Selasa, 31 Mei 2016

Tak Dikasih Uang Untuk Beli Shabu, Kedua Orangtua Dihajar


MANIS77 - Seorang anak tega menganiaya orang tua kandungnya hanya karena perkara uang Rp 100 ribu. Akibatnya, sang anak dipolisikan orang tuanya ke Polsekta Sunggal. Kejadian bermula saat Riadi (20) meminta uang Rp 100 ribu untuk membeli sabu.

Kedua orang tuanya, Heri Irawan (49) dan istrinya, Yanti (42) tak memberikan uang itu yang berbuntut pemukulan dari Riadi hingga wajah keduanya memar. “Anak saya minta uang untuk beli sabu. Karena saya enggak punya akhirnya dia memukul wajah kami, sudah sering seperti itu,” ujar Heri, Selasa (31/5).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsekta Sunggal Iptu Nur Istiono menyebut laporan penganiayaan itu telah diterima dan masih diselidiki. “Laporan penganiayaan sudah kami terima. Saksi korban sudah kami minta keterangan dan pelaku segera kami panggil,” ucapnya.(Kriminalitas)





Senin, 30 Mei 2016

Wartawan RTV Ditemukan Tewas Dikontrakannya


MANIS77 - Seorang wartawan televisi swasta nasional, RTV ditemukan tewas dalam kondisi tubuh sudah membusuk di dalam rumah kontrakannya di Kampung Kaliabang Bahagia, Kelurahan Pejuangan, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat. Menurut Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas), Polres Bekasi Kota, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Evi Fatna, korban bernama Herdi Gustian, berusia 30 tahun.

Jasadnya ditemukan pagi tadi, Senin, 30 Mei 2016. Evi menuturkan, penemuan jasad Herdi, diawali kecurigaan tetangga kontrakan korban, setelah mencium bau busuk di sekitar rumah korban. "Waktu mau cek ke kamar korban, pintu kamar korban tak bisa dibuka. Akhirnya, pemilik kontrakan berinisiatif mendobrak pintunya dibantu Ketua RW (rukun warga) setempat bernama Ahmad Husen," kata Evi.

Jasad Herdi ditemukan di dalam kamar mandi dalam kondisi membusuk, dan tanpa mengenakan pakaian apa-apa. "Korban sudah beberapa bulan tinggal di sana dan seorang diri," kata Evi. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Diduga kuat Herdi meninggal beberapa hari lalu. Karena sakit tumor ganas.

"Informasi dari sepupu korban, dia sudah menderita tumor sejak lama," ujar Evi. Evi melanjutkan, kini jenazah telah dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk divisum luar. Pihak keluarga berencana akan membawa korban ke kampung halamannya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk segera dikebumikan. "Pihak keluarga harus membuat surat pernyataan yang berisi penolakan untuk mengautopsi jenazah korban," kata Evi.(Viva)

Melamar Jadi Tim Manajer
Salah Satu Dari Tiga
Ahok Diminta DPR







Sabtu, 28 Mei 2016

Seorang Pemuda Ditangkap Karena Memakai Kaos Palu & Arit


MANIS77 -   Sus, 22, warga Pemalang, Jawa Tengah pemakai kaos warna merah yang bergambar palu arit warna putih di bagian depan, mengaku, yang dikenakan itu kaos pemberian bosnya.

Aparat pun akan tindaklanjuti pengakuan itu. Sus sebelumnya ditangkap dan diamakan pihak Komando Rayon Militer (Koramil) Ciputat selanjutnya diserahkan ke Polsek Ciputat, dan diinterogasi di sana, Jumat (27/5/2016).

Saat dimintai keterangan polisi, Sus mengaku, kaos warna merah menyala dengan gambar palu arit berwarna putih didapat hasil pemberian bos nya yang bernama Pak Z. “Waktu itu saya melihat ada kaos dengan kondisi cukup bagus dan mau dibuang tapi saya bilang jangan buat saya saja,” tuturnya sambil menyeka air mata yang berharap tak dipenjara.

Kapolsek Ciputat, Kompol Damanik, mengakui bahwa pria yang diamankan pihak Koramil Ciputat bernama Sus, 22, warga asal Pemalang, Jawa Tengah yang sedang bekerja merenovasi rumah di kawasan Ciputat karena menggenakan kaos warna merah dengan gambar palu dan arit dibagian depan yang secara langsung merupakan gambar atau lambang bendera PKI.

Sekarang Sus nya tengah dimintai keterangan untuk menindak lanjuti informasi dan motifnya berkaitan pemakaian kaos berlambang palu dan arit, ujarnya yang menambahkan menurut keterangan Sus kaos itu pemberian Bos nya berinisial Z. “Kami memang akan tindak lanjuti keterangan tersebut dan ini pertama kalinya ada orang memakai kaos bergambar palu arit di wilayah Ciputat,” tuturnya.

Sebelumnya, Danramil Ciputat, Kapten Inf. TNI Supardi, mengatakan pengamanan kepada satu warga berinisial Sus,22, warga Pemalang, Jateng, berawal saat dua anggotanya yaitu Serka Irwan dan Pelda Bambang sedang memonitor kawasan Pasar Ciputat.

“Saat melintas di Jalan Arie Putra mereka berdua melihat salah seorang pengendara sepeda motor tanpa jaket menggunakan kaos warna merah dengan gambar palu dan arit,” ujarnya. “Mereka berdua kemudian mengikuti hingga akhirnya berhenti di salah satu kios dan pemakai kaos warna merah itu akhirnya dibawa ke Koramil dan kemudian diserahkan ke Polsek Ciputat,” tutur.(Poskota)

Manchester Memiliki Sesuatu
Cleveland ke Final NBA
Akan Renovasi Toilet Monas




Jumat, 27 Mei 2016

Pasar Malam Ini Diduga Jadi Pusat Perjudian Digerebek Polisi, 22 Wanita Diamankan


 MANIS77 - Kepolisian Resor Sorong Kota, Provinsi Papua Barat menggerebek sebuah pasar malam yang diduga menjadi pusat perjudian, pada Rabu, 25 Mei 2016, sekitar pukul 00.30 WIT. Lokasi penggrebekan berada disebuah pasar malam di Jalan Kilo Sembilan.

Polisi berhasil menjaring sebanyak 22 orang yang diduga sebagai pelaku perjudian, dan digiring ke Mapolres Sorong untuk pemeriksaan lebuh lanjut. Dari laporan yang dihimpun, sebagian besar pelaku praktik perjudian yang digiring ke Mapolres Sorong itu adalah perempuan-perempuan muda.

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan peralatan bola guling pada penangkapan tesebut. Peralatan bola guling diduga merupakan sebuah permainan sebagai sarana perjudian tersebut. Kapolres Sorong Kota AKBP Kamirudin Ritonga saat di konfirmasi terkait permainan judi tersebut mengatakan masih dalam penyelidikan guna proses hukum lebih lanjut.(beritacenter)

Manchester Telah Siapkan Dana
Ancaman Besar di Olimpiade Brazil
Tertibkan Klub Malam & PSK





Selasa, 24 Mei 2016

Seorang Pengedar Judi Togel Online Dibekuk Petugas


MANIS77 - Seorang pengedar judi togel dibekuk anggota Polsek Tanjung Priok usai mengedarkan permainan  haram tersebut kepada sopir-sopir di wilayah Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/5).

Dari tangan pelaku, Alexander (43), petugas menyita dua smartphonen yang di dalamnya terdapat aplikasi judi togel, rekapan togel dan berikut uang hasil penjualan togel.

“Pelaku kita amankan karena berupaya melarikan diri saat sedang melakukan permainan judi togel, namun selain rekapan manual dan uang Rp 25 ribu kami juga mendapatkan aplikasi judi di telepon genggam pintar,” katanya Kapolsek Tanjung Priok, Kompol France Siregar.

Kepada petugas, Alexander mengaku mendapatkan installer aplikasi judi tersebut dari seorang bandar yang ia temui di daerah Mangga Besar, Jakarta Barat.

“Kita masih kembangkan kasus ini, terkait indikasi keterlibatan pelaku dengan judi online dan judi menggunakan aplikasi telepon genggam,” ujarnya. Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Tihar Marpaung, menjelaskan, akan semakin mengintensifkan razia terhadap kasus dan tindakan perjudian di wilayah Tanjung Priok.

“Selain miras, judi merupakan salah satu giat utama kami dalam pelaksanaan operasi pekat, apalagi di wilayah Tanjung Priok ini sangat rentan kasus pencurian, bagi masyarakat yang mengetahui ada informasi judi dimohon memberitahu anggota kami,” kata Tihar. Tersangka,

Alexander mengaku terpaksa menjadi bandar judi togel karena terdesak kebutuhan ekonomi sehari-hari, pasalnya dirinya sudah setahun terakhir di rumahkan dari sebuah toko elektronik di kawasan Mangga Dua. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara.(Poskota)

Juventus Tolak Pinangan Barca
Memanggil LeBron James
Kecolongan Soal Ujian




Minggu, 22 Mei 2016

Mahasiswi Ditangkap Saat Bugil Bersama Pria di Hotel Melati


MANIS77 - Tiga perempuan terjaring dalam operasi yang dilakukan Polsek Ciawi Minggu (22/5) subuh. Saat dilakukan pendataan, satu diantaranya merupakan mahasiswi salah satu universitas swasta di Bogor. Sedangkan dua wanita lagi, berstatus sebagai waiters dan pegawai cafe Puncak. Ke tiganya lalu diamankan Kepolisian ke Mapolsek Sektor Ciawi bersama tiga lelaki kencannya. Mahasiswi dari kampus di Ciawi Kabupaten Bogor ini melakukan hubungan badan dengan lelaki yang bukan suaminya.

“Tiga laki-laki mesum yang memiliki profesi berbeda ini, lalu ikut kami amankan saat tidak mampu menunjukan bukti, jika wanita yang menemaninya adalah benar istrinya,” kata Kapolsek Ciawi, Kompol Nelson Siregar Minggu siang. Nelson mengatakan, pasangan yang bukan suami istri ini ditangkap dalam operasi cipta kondisi pukul 03.00 WIB subuh.

Saat petugas memasuki tiga kamar hotel Melati, didapat tiga pasangan yang bukan suami istri ini dalam kondisi bugil alias telanjang. Kedatangan petugas, membuat pasangan mesum ini kaget. Mereka berupaya merayu petugas, agar tak dibawa ke kantor polisi. “Saya yang langsung pimpin operasi. Awalnya mereka mengaku pasangan sah.

Saat kami tanya surat atau KTP yang menguatkan mereka suami istri, pasangan ini lalu menyerah dan memohon agar tak diproses hukum di kantor polisi,”kata Nelson. Berdasarkan informasi, tiga wanita yang berstatus mahasiswi dan karyawan cafe ini terdata atas nama, DN, 21, Mahasiswi semester IV jurusan Teknologi Industri Pertanian. Ia adalah warga Cibolang Cisaat Sukabumi. SSA, 23, seorang Waiters Cave di Puncak Bogor. Ia tinggal di Gang Potlot Tamansari Bogor dan PA, 15, karyawan CafĂ© Puncak yang tinggal di Gang Aut Surya Kencana Kota Bogor.

Sementara pria hidung belang diidentifikasi masing-masing, DB, 21, mahasiswa semester IV jurusan Ekonomi, yang tercatat sebagai warga Sukabumi. AH, 21, karyawan Cafe Puncak yang tinggal di Jalan Roda Sukasari Bogor Timur Kota Bogor, dan IB, 21, seorang wiraswasta yang tinggal di Desa Banjarwaru, Kecamatan Megamendung Bogor. “DB, warga Kampung Tenjo Desa Perbawati Kecamatan Sukabumi ini ditangkap saat berduaan dalam kamar bersama DN, yang juga seorang mahasiswi dari kampus yang sama,”kata Nelson.(Poskota)

Siapkan Dana Untuk Neymar
China Juara Piala Uber 2016
Sembilan Underpass & Flyover








Sabtu, 21 Mei 2016

Wanita Ini Diamankan Polisi Karena Curi Belasan Pakaian di Mal


MANIS77 - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Lampung mengamankan seorang gadis bernama Ratna (26), karena mencuri 12 potong pakaian di sebuah pusat perbelanjaan di Jalan RA Kartini, Bandarlampung.

"Seperti layaknya konsumen, tersangka ini pura-pura lihat pakaian yang ingin dibeli lalu merasa cocok langsung dimasukan ke dalam tas miliknya," kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, di Bandarlampung, Sabtu, 21 Mei 2016.

Kejadian itu berlangsung Minggu 14 Mei sekitar pukul 15.00 WIB, dan berawal saat tersangka tengah berkeliling supermarket pada area penjualan pakaian wanita. Tersangka juga mengambil pakaian yang berjumlah 12 potong, dan dimasukkan ke dalam tas jinjing miliknya.

"Untuk menghindari kecurigaan petugas supermarket, tersangka berpura-pura mencobanya di kamar pas tapi untuk pakian lain disembunyikannya di dalam tas miliknya yang ditutupi peralatan make up," kata dia.

Aksi itu terbongkar berkat kecurigaan karyawan pusat perbelanjaan tersebut yang mengikuti gerak-geriknya, karena mengetahui bahwa tersangka membawa pakaian dalam jumlah banyak ke kamar pas tapi hanya mengembalikan satu potong.

Karyawan tersebut melapornya ke satpam setempat, lalu mencari Ratna yang ternyata sudah keluar dari area pusat perbelanjaan menuju tempat makan. "Satpam menangkap Ratna, dan ditemukan 12 potong pakaian yang belum dibayar di dalam tas tersangka," kata dia lagi.

Akibat perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun. Sedangkan, tersangka Ratna (26) mengatakan ketika hendak mencoba pakaian dengan mengambil 12 helai pakaian yang dimasukkan ke dalam tas miliknya untuk dicoba di kamar pas, tapi sebelumnya ke kamar mandi dahulu untuk berdandan.

"Saya tidak niat mencuri, saya membawa pakaian itu untuk coba di kamar pas. Tapi sebelum saya ke kamar pas, saya malah ditangkap," kata dia. Dia mengakui kesalahannya, karena pakaiannya tidak dimasukkan ke tas jinjing untuk mencoba pakaian, melainkan ditaruh di dalam tas miliknya.(beritacenter)

Sevilla Mencatat Hat-trick
Indonesia Lolos ke Final
Ciliwung Kawasan Wisata








Rabu, 18 Mei 2016

Tiga Pembunuh Eno Ditahan Terpisah, Takut Dibully


MANIS77 - Tiga tersangka pembunuh sadis Enno Farihah (19), kini mendekam di tahanan Mapolda Metro Jaya. Didalam tahanan ketiga tersangka, RAL (16), RAF alias Arief  (24) dan IH alias Imam (24) terpisah dari tahanan lain untuk menghindari bully. “Kami tahan mereka sendiri. Mereka bertiga di tempat sendiri, takut di bully.

Kami selalu antisipasi karena tahanan begini paling rendah yang dikhawatirkan akan menjadi ramai makanya dipisah,” kata Direktur Tahanan dan Titipan (Tahti) Polda Metro Jaya, AKBP Barnabas S, Rabu (18/5). Dikatakan, menjaga tahanan sudah merupakan tugas pihaknya dan selalu melakukan penjagaan dengan atensi khusus, karena bisa saja mereka nekad melakukan bunuh diri.

”Didalam kan bisa saja mereka (tersangka) nekad bunuh diri karena secara psikologi semua orang menghujatnya,” ujarnya. Selain itu kondisi kesehatan ketiga pelaku juga mendapat perhatian sama dengan tahanan yang lain seperti tersangka Jessica. “Tiga tersangka dalam kondisi sehat, dan sama dengan tahanan lain. Pengawasan terhadap kesehatan tahanan merupakan atensi pimpinan,” ujarnya.

Ketiga tersangka ditangkap tim gabungan Polsek Teluk Naga, Polres Metro Tangerang dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro terpisah di kawasan Tangerang, Banten. Saat menghabisi nyawa wanita buruh pabrik itu, selain kepalanya dihajar cangkul, kedua payudaranya digigit kemudian diperkosa, dikemaluan korban juga dimasukkan gagang cangul sedaam 50 cm hingga menembus paru-parunya.(Poskota)

Madrid Dengan Hewan
Tim Uber ke Perempat Final
Akan Diberikan SP3






Selasa, 17 Mei 2016

Tanpa Alasan Jelas, Oknum Polisi Pukuli Pengendara Sepeda Motor di Ciputat


MANIS77 - Tindakan sewenang-wenang yang diduga dilakukan anggota polisi terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan. Kali ini petugas kepolisian yang tengah mengatur lalu lintas diduga memukul pengendara sepeda motor. Berdasarkan postingan dari laman Facebook korban pemukulan bernama Wisnuhandy Widyoastono, saat kejadian itu dia tengah melintas di daerah Perempatan Duren, Kampung Sawah, Ciputat, Tangsel.

Kondisi jalan macet, saat dia tiba-tiba dihentikan oleh seorang petugas polisi yang menanyakan surat-surat kendaraannya. “Di lokasi tersebut tidak ada papan pemberitahuan razia atau pemeriksaan. Saya menepi dan bertanya kepada petugas tersebut untuk melihat surat tugas mereka secara baik-baik,” demikian tulis Wisnuhandy Widyoastono dikutip dari lama Facebooknya, Senin (16/5).

Wisnuhandy melanjutkan, salah seorang petugas dengan tanda pengenal bernama Nasution tiba-tiba membentaknya dan membawa Wisnuhandy ke atasannya bernama Agus S. Saat menanyakan kenapa dia dihentikan, datang satu lagi petugas dengan ciri berkulit gelap yang tidak diketahui namanya yang marah kepada Wisnuhandy.

Dia memberi penjelasan bahwa dia hanya menanyakan kenapa dihentikan dan dimintai surat-surat. “Tiba-tiba saya dipukul oleh Nasution dan temannya yang berkulit gelap memukuli saya. Masih ditambah lagi ada seorang petugas sudah tua langsung datang dari jauh dan ikut memukuli saya. Beruntung saya masih memakai helm,” tulisnya.

Dia mengatakan, Agus hanya menyaksikan pemukulan itu hingga Wisnuhandy terpojok baru akhirnya memisahkan. Tak terima dengan pemukulan itu, Wisnuhandy lantas mengeluarkan ponsel dan mencoba mengambil gambar para petugas tersebut. Petugas itu kemudian menutupi tanda pengenal di rompi mereka. “Saya tanya ke komandannya nama-nama mereka tapi dia menjawab ‘gak tau’,” sambungnya.

Saat diancam akan memperkarakan kejadian, petugas bernama Agus itu lantas mengajak Wisnuhandy ke warung kopi namun ditolak oleh Wisnuhandy. Petugas bernama Agus itu hanya menjawab “iya, iya” saat Wisnuhandy mengatakan akan perkarakan pemukulan tersebut. “Saya tanya dari kepolisian mana dan dia menjawab ‘TANGERANG’,” demikian keterangan Wisnuhandy. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian.(Kriminalitas)

Kane Sabet Golden Boot
Raptors ke Final Wilayah Barat
Bekas Kedutaan Inggris





Minggu, 15 Mei 2016

Pejabat Dan Selingkuhannya Digerebek Istri Bersama Ketua RW


MANIS77 - Oknum pejabat Disdikpora Purwakarta dan WIL (Wanita Idaman Lain) digerebek istri bersama warga dan Ketua RW di satu rumah komplek cluster berlokasi di Jalan Baru, Kab Purwakarta, Jawa Barat, kemarin pagi. Pasangan kumpul kebo tertangkap basah hidup serumah setelah istri oknum pejabat Disdikpora, SR, 40, membawa serta warga dan aparat RW menggerebek rumah Blok E Komplek Perumahan Cluster di Jalan Baru.

SR mencurigai munculnya WIL dalam kehidupan rumah tangga dengan suaminya, RH, hingga terancam karam. “Saya sudah mengendus aroma perselingkuhan RH dengan NK, janda yang tak lain oknum guru SDN. Hari ini terbukti, mereka telah mesum,” ujar SR kepada sejumlah wartawan. Tak kuat menahan sedih, SR pun menangis tersedu sedu.

Saat digerebek, SR mendapati celana dalam suaminya RH berserakan di atas tempat tidur dan celana WIL dijemur. RH dan NK didapati masih segar selesai mandi. “Iya pak, kejadiannya kemarin Sabtu (14/5) pukul 09.30 wib,” ujar warga meminta namanya tak diwartakan. Sejumlah petugas Polres Purwakarta cepat mengamankan pasangan selingkuh, RH dan NK ke Mapolres Purwakarta menghindari aksi amuk massa.

Pasalnya, penggerebekan dilakukan bersama warga dan Ketua RT/RW setempat. “Kami mengamankan mereka agar terhindar dari hal hal tak diinginkan,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Purwakarta, Aiptu Agus. RH, oknum pejabat Disdikpora, mengakui hubungan rumah tangga dengan istri SR sedang tak harmonis.

“Sudah lama pisah ranjang,” kelit RH. Sang istri, SR membenarkannya. “Emang hubungan kami sudah tak harmonis. Tak ada asap kalau tak ada api. Pemicu disharmonisasi karena RH selingkuh,” tepis SR. Hari ini diperlihatkan kalau RH memiliki WIL. “Saya akan segera melayangkan gugat cerai karena sakit hati dan tak tahan suami selingkuh. Saya minta Kepala Disdikpora menindak RH dengan hukuman seberat beratnya,” ujarnya.(Poskota)

Pemain Terbaik Premier League
Peter Pouly Minta Maaf
Wanita Tewas Mengambang





Sabtu, 14 Mei 2016

Gudang Tempat Pengoplos Gas Elpiji di Gunung Sindur Digrebek Polisi


MANIS77 - Sebuah gudang tempat penyuntikan gas elpiji ilegal di Kampung Kreo, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor digrebek polisi Jumat (13/5) malam. Tiga orang diamankan saat mengoplos gas elpiji 3 kg ke tabung gas 12 kg. Mereka yang ditangkap adalah  Endin (30), Kemal (28), Haerudin (28), yang merupakan karyawan gudang.

Sementara polisi, masih mengejar pemilik usaha ilegal bernama Hari. Menurut Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto, pengerebekan dilakukan menindaklanjuti laporan warga yang curiga dengan aktivitas gudang tersebut. “Setelah dipantau petugas, petugas akhirnya masuk dan melakukan penangkapan.

Saat anggota masuk, aktifitas pemindahan isi gas melon sedang berlangsung. Kini lokasi oplosan gas disegel polisi,” jelas AKBP Suyudi. Berdasarkan keterangan tiga tersangka, pengoplosan baru berjalan 2 minggu. Gas 3 Kg yang isinya dipindah ke tabung 12 Kg, lalu di jual secara ecer ke wilayah Pamulang dengan harga Rp120 ribu/tabung.

Selain mengamankan tiga tersangka, polisi juga menyita barang bukti 52 tabung gas ukuran 12 kg, 200 tabung kosong ukuran 3 kg, 19 buah alat kran regulator, yang dipakai menyuntik, dan 1 unit mobil APV Open Cup warna hitam F 8938 GS.(Poskota)

Bahas Kepindahan Mahrez
Serena Williams Keracunan
Ahok Meminta Warga





Kamis, 12 Mei 2016

Cewek ABG Teler, Diduga Diperkosa di Kuburan



MANIS77 - Diduga diperkosa seorang ABG berusia 12 tahun ditemukan dalam keadaan teler mabuk miras di Kuburan Tanah Wakaf Ciborong Jalan Pancoran Barat, Kecamatan. Pancoran, Jakarta Selatan Kamis (12/5) dinihari. ABG tersebut ditemukan oleh warga sekitar sekira pukul 00:30 WIB.

Korban saat itu sedang nongkrong bersama warga lainnya. Mendengar suara jeritan wanita membuat warga ingin tahu dan mengecek suara yang berada di kuburan tersebut. Ternyata seorang ABG ditemukan dalam keadaan teler dan celana panjangnya terbuka teler di aspal dekat kuburan. Warga pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pancoran.

Kapolsek Pancoran Kompol Aswin mengatakan pihaknya membenarkan adanya dugaan tindak pencabulan kekerasan anak di bawah umur. “Kami terima laporan dari masyarakat. Dan warga ada yang melihat pelakunya dan mengenalinya. Saat ini kasus tersebut ditangani Polres Jaksel,” kata Kompol Aswin.(Poskota)

Euro 2016 Diboikot
Pebalap Korsel Juara
Tenda Pemberian Prabowo




Selasa, 10 Mei 2016

Remaja Putri di Gorontalo Menghabisi Ayahnya, Karena Cintanya Tak Direstui


MANIS77 - F (17), seorang remaja puteri di Gorontalo nekat menghabisi ayahnya sendiri, Nasir Mahmud (60), lantaran hubungan asmara dengan kekasihnya OH (20) tak direstui. Pembunuhan itu dilakukan oleh F bersama kekasihnya pada Minggu (8/5), sekira pukul 03.00 WITA. Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Agus Santoso mengungkapkan, aksi kejam yang dilakukan kedua tersangkan dilatar belakangi rasa kecewa terhadap korban. 

"Pengakuan sementara karena merasa kecewa sering ditegur pulang malam dan hubungannya tidak direstui," ujarnya kepada wartawan, Senin (9/5/2016). Agus mengatakan, keduanya lantas merencanakan pembunuhan pada Sabtu (7/5). Saat itu F menelepon OH dan memintanya untuk dang ke rumah nya di Jalan H.Agus Salim, Gorontalo. Dalam melakukan aksinya, dijelaskan Agus, F bertindak sebagai pemberi perintah dimana tersangka OH yang masuk ke dalam rumah sudah bersiap dan bersembunyi di balik kursi sofa menunggu aba-aba dari anak korban. 

Setelah situasi dirasa aman, F pun kemudian memberitahukan kepada OH melalui pesan singkat BlackBerry untuk keluar dari persembunyiannya dan memulai aksinya. Keduanya pun kemudian masuk ke dalam kamar korban. Agus mengatakan, F enggan menjadi eksekutor lantaran tidak kuasa melakukannya, hingga akhirnya OH lah yang menggorok leher korban. "F mengambil bantal dan menutupi kepala korban. Selanjutnya OH menikam leher korban dengan cara menggorok leher. 

Karena korban meronta, pisau mengenai tangan F," ungkap Bagus. Korban yang saat itu sempat berteriak dan meronta, lanjut Agus, membuat bibi dari F terbangun dan mengecek keadaan korban. Ia melihat korban bersimbah darah, saksi pun kemudian berteriak meminta tolong hingga akhirnya warga pun berdatangan ke rumah korban. 

Tak berselang lama, polisi dari Polres Kota Gorontalo tiba dilokasi dan menangkap tersangka OH, sementara F dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas luka sayatan pisau di tangannya. "OH selanjutnya dibawa ke Mapolres Gorontalo Kota untuk diinterogasi. 

Sedangkan F dibawa ke Rumah Sakit Bunda untuk mendapatkan perawatan di bagian tangan, yang terluka karena terkena pisau saat korban meronta," ucap Agus. Atas perbutannya, kedua tersangka akan dikenakan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, dan Pasal 338 KUHPindana tentang pembunuhan, dengan ancaman sepuluh tahun penjara.(beritacenter)








Senin, 09 Mei 2016

Sepasang Kekasih Bawa Shabu Terjaring Razia di Senen


MANIS77 - Sepasang kekasih baru beli shabu buat pesta, terjaring saat ada operasi cipta kondisi (Cipkon) di Jalan Stasiun KA, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2016) dinihari. “Dari dalam boks sepeda motor ditemukan sebungkus plastik klip berikut cangklong,”papar Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat, Kompol Suyatno.

Kini tersangka Fit alias Novita,30, bersama kekasih prianya And alias Doni,29, kedua warga Tanah Abang, Jakarta Pusat diamankan bersama sepeda motor berikut shabu. Menurut keterangan terjaringnya sepasang kekasih itu berkat adanya razia premanisme dan kejahatan lainnya sekitar pukul 01:00, di sepanjang lokasi Terminal dan Stasiun.

Petugas hanya melibatkan 20 personil. Ketika polisi berpakaian dinas sedang merazia, tiba-tiba melintas sepasang kekasih berboncengan sepeda motor datang dari arah PN Jakpus menuju stasiun. Namun naas sesampainya dua insan berboncengan sepeda motor di depan lampu merah depan Koramil Senen, mereka sempat mau balik arah karena ada razia.

Melihat pemuda yang mau balik arah, tiba-tiba dibekuk anggota serse yang berada di trotoar dekat lampu yang ikut merazia. Tak pelak lagi mereka lalu dibawa ke petugas yang merazia, dan disaat polisi menyuruh dibuka boks sepeda motor, kemudian menyuruh meriksa isi dalam boks ternyata polisi melihat cangklong serta plastik kecil yang dicurigai.

Melihat yang mencurigakan, petugas kemudian mengambil dan ternyata plastik tersebut berisi barang haram, oleh petugas kini barang haram berikut cangklong diamankan bersama sepasang kekasih ke kantor polisi.

Dari hasil BAP yang dibuatkan, pria tersebut mengaku kalau barang haram baru beli dari teman di Jl Gunung Sahari. “Ya shabu dibeli Rp 400.000. Petugas menduga mungkin sepasang kekasih ini mau mengkonsumsi,  namun keburu ketangkap di perjalanan,” tegas Kapolsek Senen,  Kasmono.(Poskota)

Pendukung Setia Leicester
Canelo Pertahankan Gelar
Terpisah Dari Orangtua





Sabtu, 07 Mei 2016

Calon Pramugara Loncat Dari Lantai Enam Apartemen Modernland


MANIS77 - Panik digrebek pacar teman wanitanya, calon pramugara nekat melompat dari lantai enam Apartemen Modernland, Kota Tangerang. Akibatnya, ia pun terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang. Peristiwa yang dialami David terjadi Kamis (5/5/2016) kemarin. Bermula ketika Daniel hendak masuk ke kamar kekasihnya, Yulianti Dewi.

Rupanya, Daniel mendengar suara pria lain di kamar apartemennya tersebut. Perselingkuhan itu kemudian dilaporkan Daniel ke polisi. Daniel yang datang bersama petugas kemudian mendobrak pintu kamar apartemennya. Dan benar saja, kekasihnya itu tengah berdua bersama David.

Penggerebekan itu membuat calon pramugara mencoba kabur dengan cara melompat. Akibat aksi nekatnya, David hingga kini masih dirawat di RSUD Tangerang. Pria asal Kalimantan Barat itu mengalami luka parah akibat tulangnya patah. Sedangkan Daniel bersama kekasihnya Dewi kini diperiksa di Polsek Tangerang Kota.

Kapolsek Tangerang Kota Kompol Fendi ketika dihubungi poskotanews membenarkan peristiwa perselingkuhan itu. Kasus itu pun, katanya, tengah diseliki anggota reskrimnya. “Untuk lebih jelas hubungi Kanitreskrim saja. Karena saya sedang ada diluar kantor,” ujar Fendi Jumat (6/5/2016) sore.(POskota)

Respek Pada Leicester
Madrid Master 2016
Kebakaran di Polda Metro






Kamis, 05 Mei 2016

Bocah 6 Tahun Dimutilasi Bapak Kandungnya


MANIS77 - Zaman memang sudah terlewat edannya, Bagaimana tidak, seorang ayah yang seharusnya menjadi penlindung bagi keluarganya, baik istri maupun buah hatinya sendiri malah melakukan perbuatan keji terhadap anaknya sendiri.

Entah apa yang terlintas dipikiran J (34), warga Kampung Bulu-Bulu Bangkala, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan itu sampai hati tega menghabisi nyawa anaknya yang masih berusia enam tahun dengan cara sadis, Kamis (5/5/2016) pagi.

Saat dikonfirmasi terkait kasus pembunuhan tersebut, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Kombes Frans Burung Marega membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 06.30 WITA, saat korban dan pelaku hanya berdua saja di rumah.

Dijelaskan Frans, Korban dipukul oleh ayah kandungnya sendiri secara bertubi-tubi menggunakan tabung gas 3 kg hingga tewas. Kemudian pelaku langsung memutilasinya. "Kepala korban dipukul menggunakan benda tumpul. Dugaan bendanya ini adalah tabung gas 3 kilogram," katanya.

Pembunuhan sadis ini terungkap setelah Mardianah (41), kakak ipar pelaku menemukan korban sudah meninggal dalam kondisi termutilasi di rumahnya. Selanjutnya pelaku pun langsung digiring warga ke Polsek Tamalanrea untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(Beritacenter)






Selasa, 03 Mei 2016

12 Pelaku Pemerkosa Gadis Dibawah Umur di Tahanan Malah Tertawa-tawa


MANIS77 - Sungguh tak memiliki hati memang 12 pemuda yang kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Rejang Lebong ini. Pasalnya mereka yang ditahan atas kasus memerkosaan dan pembunuhan ini tak terlihat sedikitpun rasa penyesalan terkait apa yang mereka lakukan terhadap seorang gadis berusia 14 tahun di Bengkulu itu. kata Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT) Kab Rejanglebong, Bengkulu, Iptu Eka Chandra mengatakan, tak sedikitpun terlihat penyesalan dari para pelaku. 

Mereka memang mengatakan menyesal telah melakukan pemerkosaan disertai pembunuhan tersebut. 
Namun, sikap mereka berlawanan dengan apa yang mereka ucapkan. "Memang mereka itu sama sekali seperti menganggap tak ada masalah. Ya kalau ditanya, jawabannya katanya menyesal. Tapi perangainya selama ditahanan tidak menunjukan penyesalan," ujar Eka, Selasa (3/5/2016). 

Bahkan saat dalam proses pemeriksaan petugas kepolisian, ke-12 pelaku hanya menunjukan sikap cuek seakan tak melakukan kesalahan sama sekali. Diantaranya ada yang berbelit-belit saat ditanya dan juga mengaku tidak ikut memperkosa. "Mereka ditahanan malah tertawa. Diperiksa juga kelihatan santai. Sama sekali sikapnya tidak menunjukan penyesalan. Saya saja geram melihat perangi mereka," kata Eka.

Eka menuturkan, pemerkosaan yang melibatkan 14 orang yang rata-rata masih remaja itu terjadi pada Senin (4/4) lalu. Saat itu mereka yang merupakan warga kecamatan PUT tengah nongkrong sambil meminum tuak. Tak berselang lama, korban melintas di lokasi. Merekapun kemudian menggoda korban hingga akhirnya diperkosa dan lantas dibunuh. Dari 14 pelaku baru 12 orang yang diamankan. Saat ini polisi masih terus memburu dua pelaku lainnya.(beritacenter)






Minggu, 01 Mei 2016

Berandal Bermotor Sayat Lengan 3 Wanita di Yogya Masih Dalam Pemburuan Polisi


MANIS77 - Aksi teror penyayatan terhadap tiga korban perempuan yang diduga dilakukan oleh berandal bermotor di Kota Yogyakarta masih membuat resah warga. Sudah lewat dari sepekan berlalu, polisi belum juga menemukan titik terang siapa pelaku dan apa motif di balik aksi tersebut.

Aparat kepolisian menyebut kasus ini masih terus dalam penyelidikan. Pihaknya juga bahkan sudah mengumpulkan sejumlah CCTV dari Kotagede dan di Umbulharjo, Yogyakarta. "Ada 5 CCTV. Indikasi satu orang pelakunya. Kita masih lakukan penyelidikan," kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Pri Hartono E L di sela-sela pengamanan hari buruh di DPRD DIY, jalan Malioboro, Yogyakarta, Minggu (1/5/2016).

Seperti diketahui, aksi teror penyayatan di Kota Yogyakarta terjadi pada Senin, 25 April 2016 lalu. Aksi teror itu terjadi di Jl Nyi Pembayun, Kotagede dan Jl Janturan, Umbulharjo. Sampai saat ini polisi terus melakukan penyelidikan. Polisi juga telah mengumpulkan keterangan saksi-saksi baik dari Korban maupun saksi mata lainnya.

Pada Jumat (29/4), Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Brigjen Prasta Wahyu Hidayat mengungkapkan dari hasil rekaman CCTV polisi juga sudah mengantongi ciri-ciri pelaku. Pelaku terlihat menggunakan sepeda motor mengenakan jaket warna biru tua dan helm warna hitam. Dia meminta agar masyarakat tenang dan tidak terpancing. Kepolisian juga telah membentuk tim khusus yang menangani kasus tersebut.(Beritakepo)

Mahrez Meninggalkan Leicester
Akan Minta Maaf
Bayi Lahir di Transjakarta