Tampilkan postingan dengan label KRIMINALITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRIMINALITAS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2020

Begini Cara Warga Kuansing Melakukan Perjudian

Begini Cara Warga Kuansing Melakukan Perjudian



Kriminalitas selalu saja ada setiap hari, dari yang namanya pembunuhan, perampokan dan berbagai macam peristiwa dikaitkan dengan hukum. Sama halnya dengan perjudian juga termasuk kedalam kategori kriminal.

Satreskrim Polres Kuantan Singingi, Provinsi Riau, berhasil mengungkap dan menangkap satu orang pelaku perjudian, berinisial Mdn beralamat di Desa Pasir Emas Kecamatan Singingi.

Pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku judi slot dan togel ini, tidak terlepas dari kerjasama masyarakat yang memberikan informasi kepada penyelidik dan penyidik Satreskrim Polres, ungkap Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto. S.Ik. MM kepada wartawan Kuansing melalui Releasenya, (Minggu (6/9)

Dikatakannya, penangkapan terhadap pelaku ini pada hari Sabtu (5/9) sekira pukul 21.40 Wib. Penangkapan pelaku berawal dari Informasi masyarakat, dan langsung direspon oleh tim Opsnal Polres Kuansing dan langsung menuju desa Pasir Emas, ujarnya.

Dijelaskannya, Setelah diketahui tempat yang diinformasikan oleh masyarakat, yaitu di Warung Pak JRN, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Kuansing yang di pimpin Kasat Reskrim AKP. Andi Cakra Putra. S.IK serta Kanit PPA Aipda Arry E.A. dan tim Opsnal, saat itu langsung menangkap satu orang pelaku.

Saat penangkapan pelaku tidak bisa berkilah lagi, karena pada dirinya terdapat barang bukti dan setelah di interogasi, pelaku mengakui telah melakukan tindak Pidana Perjudian.

Modus Operasi Perjudian di Kuangsing


Dengan modus operandi merentalkan Handpone miliknya sebanyak 5 unit, dengan membayar Rp.20.000 (dua puluh ribu rupiah) sampai Rp.100.000 (Seratus Ribu Rupiah) untuk bermain slot, dan dari usaha judi ini pelaku meraup keuntungan sebesar Rp.500.000/ minggunya," Jelasnya.

Menurutnya, Saat ini pelaku sudah berada di Satreskrim Polres Kuansing, guna dilakukan penyidik kan lebih lanjut, dan untuk mengetahui sudah sejauh mana peredaran perjudian yang dilakukannya.

"Tidak hanya dalam permainan slot dan togel, dia juga mengaku telah daftar situs judi online terpercaya dan menyewa akun poker nya kepada para pemain yang ingin bermain judi poker online." aku salah satu pelaku kepada Polres.

Sedangkan Barang Bukti yang berhasil diamankan antara lain : uang tunai sebesar Rp 910.000, dan 5 handphone smartphone.

Selanjutnya pelaku akan dijerat sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 303 KUHP tentnag perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Minggu, 16 Oktober 2016

Razia di Diskotik , 20 Orang Positif Gunakan Narkoba


MANIS77 - Sebanyak 20 pengunjung Center Stage (CS) di Hotel Novotel terindikasi menggunalan narkoba.

Hal ini setelah 4 wanita dan 16 laki-laki yang merupakan pengunjung diamankan saat razia yang dilakukan Tim Gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, bersama anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, PomAL, PomAU, PomAd pada pukul 00.30 WIB.

Saat tim merazia diskotik Center Stage (CS) Novotel pengunjung yang tidak menduga ada yang mencoba kabur ke toilet. Kepala BNNP Lampung, Kombes Pol Suwanto mengatakan, dari 300-an pengunjung yang dilakukan tes urine, 20 orang positif memakai narkoba .

Suwanto menambahkan, di lokasi tidak ditemukan barang bukti narkoba. Saat ini pihaknya masih mendalami, darimana mereka mendapatkan barang haram tersebut. Menurutnya, bahwa sebelumnya pihaknya sudah memetakan tempat hiburan yang akan dirazia.

“Pengunjung diduga, menggunakan narkoba saat masih di luar. Inilah yang masih kami dalami, di mana tempatnya dan siapa pemasoknya,”terangnya.

Suwanto menengaskan, pihaknya akan terus melakukan razia secara mendadak di beberapa lokasi tempat hiburan malam lainnya yang ada di Lampung, para pengunjung yang kedapatan memiliki narkoba akan langsung dilakukan penahanan.(poskota)


Jese Rodriguez Rela Habiskan Rp10 Juta Per Malam
Menang di Motegi, Marquez Juara Dunia MotoGP 2015/2016
Hindari Calo, Polda Metro Pindahkan SPKT

Jumat, 14 Oktober 2016

BNN Temukan Narkoba dalam Mesin Pompa Air

MANIS77 - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng mengungkap kasus narkoba yang disembunyikan dalam mesin pompa di Demak Jawa Tengah. Terdapat empat mesin pompa air yang disembunyikan dalam sebuah rumah warga. 

"Ini yang mengungkap BNNP Jateng, kami (Polres Demak) hanya melalukan backup pengamanan saja. Untuk keterangan lebih lanjut nanti ke BNNP saja ya," ujar Kapolres Demak, AKBP Heru Sutopo, saat dikonfirmasi, Sabtu (15/10/2016). 

Dia mengatakan, pengungkapan kasus narkorba itu bermula saat dini hari tadi, Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heri Prasetyo bersama sejumlah anggota mendatangi Mapolres Demak dan meminta bantuan pengamanan untuk penggerebekan rumah di Desa Kalisari, Kecamatan Sayung. 

Rumah tersebut diduga untuk menyembunyikan narkoba. Selanjutnya empat anggota penjagaan Polres Demak dan dua anggota Polsek Sayung yang dilengkapi senjata api mengamankan penggerebekan rumah milik Kasmuri di Desa Kalisari RT 02/03. Diduga rumah tersebut sebagai tempat penyimpanan narkoba dari luar negeri. "

Di rumah tersebut ditemukan empat mesin pompa air ukuran 1,5 meter dan rencananya siang ini tim BNN informasinya akan ke TKP untuk pendalaman. Hingga kini empat personel anggota stand by untuk menjaga barang tersebut sampai tim BNN datang untuk penggeledahan lebih lanjut," tukasnya. (sindo)


Rabu, 12 Oktober 2016

Gelar Live Show S*x, Pasangan Mesum Diamankan Polisi


MANIS77 - Polisi membekuk pasangan mesum bernama Asari (37) dan Nursari (27) yang menggelar live show sex di media sosial dengan tarif Rp 1-2 jutaan. Pasangan yang belum menikah itu pun menawarkan bisa berhubungan badan dengan pelanggannya.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Afroni Sugianto mengatakan, penangkapan itu terjadi pada Selasa, 11 Oktober kemarin. Keduanya ditangkap saat sedang menggelar live sex show tersebut disebuah  apartemen di Jakarta Selatan.

Kedua orang itu diketahui bukan pasangan suami istri. "Pelaku menyediakan jasa Live Show hubungan sex melalui medsos dan secara langsung termasuk threesome," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/10/2016).

Menurutnya, kedua pasangan mesum itu menawarkan jasa Live Show Sex melalui BBM dan WhatsApp ke para pelanggannya. Jika pelanggannya tertarik, keduanya melakukan kesepakatan dengan pelanggan untuk menentukan tempat yang bakal dipakainya melakukan aksi Live Show Sex nya itu.

"Keduanya sudah melakukan aksinya itu sebanyak 10 kali," tuturnya. Kini, polisi pun memenjarakan kedua pasangan mesum itu. Polisi pun menjerat keduanya dengan pasal 34 dan 36 UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi, ancaman hukuman 10 tahun penjara.(sindo)

Senin, 10 Oktober 2016

Dosen Lagi Mesum Dengan Mahasiswa Digerebek Suaminya


MANIS77 -  Dosen salah satu perguruan tinggi swasta ternama di Palembang tertangkap basah oleh suaminya berbuat mesum dengan mahasiswanya sendiri di rumahnya di Desa Prajen, Kecamatan Banyuasin, Sumatera Selatan.

Dosen perempuan berinisial DV (35) itu berbuat mesum dengan AG (28). Hubungan terlarang mereka terbongkar bermula ketika Brigadir FD, yang merupakan anggota Polisi di Polda Sumsel, melihat tingkah laku DV berbeda dari biasanya.

“Banyak yang bilang, istri saya itu suka ada tamu laki-laki saat saya dinas di luar. Bahkan pria itu sering menginap. Akhir-akhir ini sifat istri saya memang berubah,” kata FD, Minggu (9/10). Tepat Minggu dini hari, FD berpura-pura pulang ke rumah dan memanggil DV untuk membuka pintu.

Emosi FD pecah saat mendengar suara pria lain dari dalam rumah. ” Mereka saya suruh keluar, tetapi mereka tetap tidak mau. Jadi saya dobrak bersama anggota Polsek. Sebelum digrebek, memang saya minta bantuan anggota Polsek dan melaporkan kejadian tersebut. Istri saya memang dosen, dan selingkuhannya itu mahasiswanya sendiri,” ujar FD.

Lebih lanjut, FD menjelaskan, dari dalam kamarnya ditemukan satu kotak alat kontrasepsi, rokok, dan seprai yang terdapat bercak sperma pelaku. “Mereka sepertinya habis berhubungan. Karena ada bercak sperma dan kondom,” jelas FD. Sementara, AD sendiri mengakui aksi perselingkuhan dengan dosen perguruan tinggi di  kawasan Lapangan Kamboja Palembang itu.

“Sudah tujuh bulan pacaran. Kami suka sama suka,” kata AD saat berada di Ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang. Selama tujuh bulan pacaran, AD juga mengaku sering melakukan hubungan badan dengan DV. “Kalau di rumahnya sepi, saya datang,” akunya(RMOL)

Kamis, 06 Oktober 2016

Tak Diberi Uang, Pemuda ini Bunuh Kedua Orangtuanya dan 17 Orang Tetangganya


MANIS77 -  Kasus pembunuhan sadis telah terjadi di negara Cina. Seorang pria baru-baru ini mengaku telah membantai 19 orang di desanya. Menurut informasi, pembantaian tersebut dilakukan karena pelaku ribut dengan orangtuanya hanya karena masalah uang.

Pelaku yang diketahui bernama Yang Qingpei (27) yang tinggal di desa Yema, Yunnan, nekat membunuh orangtuanya. Menurut Yang, dirinya nekat melakukan tindakan tersebut, karena dirinya tidak diberi uang oleh ayah dan ibunya.

Gelap mata karena emosi, Yang langsung keluar rumah dan membunuh 17 orang tetangganya, termasuk seorang bocah. Yang mengaku dirinya membunuh ke-17 orang tersebut agar dirinya tidak dilaporkan ke polisi.

Kepolisian setempat mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan jenazah-jenazah korbannya pada hari Kamis (29/9) pekan lalu. Lebih lanjut, pihak berwajib juga menyebut Yang ditangkap di Kunming, sekitar 200 km dari lokasi pembunuhan, 33 jam usai penyelidikan. Korban pembunuhan sendiri terdiri dari 11 pria dan delapan perempuan.

Korban termuda merupakan seorang bocah berusia tiga tahun, sedangkan tertua adalah 72 tahun. Empat orang lainnya diketahui berada di bawah usia 18 tahun. Terkait dugaan terorisme, kepolisian setempat menepis isu tersebut dan menyebut bahwa kasus ini merupakan kasus kriminal.(CNN)


Empat Musim di AC Milan, Honda Merasa Dikucilkan Fans
Jorge Lorenzo Akan Beralih Jadi Pembalap Formula 1
Buruh Demo di Pintu Tol Bitung Tuntut Kenaikan UMK

Rabu, 05 Oktober 2016

Tiga Polisi Mengalami Luka Parah Setelah Duel Lawan Seorang Begal



MANIS77 - Seorang begal mengamuk saat akan ditangkap. Dengan menghunus sebilah pisau, ia menantang duel tiga polisi yang akan menangkapnya. Perkelahian pun sengit pun terjadi. Hasilnya, tiga polisi itu mengalami luka parah, sementara si begal ditembak mati.

Peristiwa ini terjadi di Desa Kertasari, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan Sumsel. Tiga polisi yang luka parah itu seluruhnya anggota Tim Buser Sat Reskrim Polres Musi Rawas.

Ketiganya adalah Aipda Ikhsan Setiawan, ia mengalami luka robek di pelipis mata sebelah kiri dan luka tikaman di paha kanan. Lalu, Brigadir Nairul, ia mengalami luka robek di punggung tangan kanan dan telapak tangan kiri.

Kemudian, dan Brigadir Ferdinan, ia mengalami luka robek di bagian jari tangan. Awalnya ketiga polisi itu berniat menangkap Wandi (33) yang telah menjadi buronan (DPO) kasus begal di Desa Kertasari, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara.

Pria itu bersama dua rekannya, BN dan RD, telah membegal sepeda motor pasangan suami istri pada 4 April 2016 lalu. Setelah diburon selama 6 bulan, akhirnya petugas melihat Wandi sendirian di Desa Kertasari. Penangkapan pun dilakukan.

Namun Wandi melawan dan menyerang petugas dengan pisau secara membabi buta. “Tiga anggota kita terluka cukup parah,” ungkap Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Satria Dwi Dharma, Selasa (4/10/2016).

AKP Satria mengatakan, karena membahayakan nyawa petugas akhirnya pelaku ditembak. Ia tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. “Anggota kita sempat kewalahan saat pelaku menyabetkan pisaunya secara membabi buta. Sekarang anggota kita sudah rawat jalan,” terangnya.(merdeka)


Keluarga Bale Dalam Ancaman, Wales Beri Perlindungan
Mercedes sengaja Menjatuhkan Saya Demi Rosberg
Polisi Copot Baliho Iklan IM3 Bergambar Palu Arit

Minggu, 02 Oktober 2016

Mahasiswi Ilmu Kesehatan Terjaring Sapol PP, Teman Prianya Kabur


MANIS77 -  Diduga mabuk-mabukan di ruang publik dini hari tadi, petugas Satpol PP mengamankan tiga mahasiswa Ilmu Kesehatan saat berduaan dengan teman lelakinya di beberapa mobil di Jalan Bundo Kanduang, Padang.

Dari dalam mobil Pol PP mencium aroma alkohol begitu tajam, namun ketika hendak menangkap teman laki-laki mereka, mobil tersebut langsung tancap gas dan meninggalkan ketiga mahasiswi tersebut dalam kondisi setengah mabuk.

Ketiga perempuan yang ditangkap masing-masing berinisial AP (21), VN (20) dan IY (21). Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata satu dari tiga cewek ini sudah pernah dicokok Satpol PP Padang dengan kasus yang sama dan di lokasi yang sama pula.

“Satu dari yang tiga orang ini sudah pernah kita amankan di lokasi yang sama dengan kondisi mabuk. Kita menangkap mereka sedang melakukan pesta minuman keras,” kata Plt Kasat Pol PP Padang, Eddy Asri, Minggu (2/10).

AP yang sudah dua kali ditangkap anggota Satpol PP Padang, rencananya akan diperiksa intensif. “Jika merangkap sebagai wanita malam ini akan dikirim ke panti rehabilitasi di Andam Dewi, jika tidak akan memanggil orangtuanya untuk memberikan pembinaan lebih kepadanya,” jelasnya.

AP mengakui penangkapan yang dilakukan Pol PP merupakan yang kedua kalinya yang dialaminya dengan kasus yang sama. Namun, dia membantah tidak melakukan pesta minuman keras.

“Kami hanya minum air tebu saja yang diletakkan dalam mobil, kata teman laki-laki saya itu hanya air tebu,” terangnya. Namun, petugas tak lantas percaya begitu saja lantaran ketika berbicara aroma alkohol keluar dari mulut gadis itu. Tak pelak petugas yang sedang memeriksa AP terpaksa tutup hidung.(infohumas)

Sabtu, 01 Oktober 2016

Astagfirullah...,Wanita ini Minta Selingkuhannya Hamili Putri Kandungnya


MANIS77 - Edan! Seorang ibu tega menyuruh selingkuhannya untuk menghamili putri kandungnya. Perbuatan terkutuk tersebut berlangsung hingga 3 tahun, saat korban masih berusia 14 tahun. Ibu si Raja Tega itu bernama Tety Ernawati (47), sementara pria selingkuhannya bernama Eka Hendri (34).

Sedangkan korban berinisial CD (17). Mereka merupakan warga Kelurahan Talang Bubuk, Kecamatan Seberang Ulu ll, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Kasus ini telah ditangani Polda Sumsel setelah dilaporkan oleh ayah korban.

Tety dan pria selingkuhannya kini mendekam di sel tahanan untuk proses hukum selanjutnya. Kasus ini berawal saat tahun 2003 silam secara tanpa sengaja korban memergoki ibunya sedang ‘begituan’ dengan Hendri di sebuah rumah di Lorong Sikam, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu ll, Palembang.

Marah karena perbuatan itu dipergoki putrinya, Tety pun meminta Hendri untuk menggarap korban. Korban pun sempat melawan, namun ia akhirnya pasrah setelah ibunya mengancam akan membunuhnya dengan cara dipaksa minum racun serangga.

Perbuatan terkutuk itu terus berulang selama 3 tahun kemudian, hingga korban hamil. Kepada wartawan, Direskrimum Polda Sumsel Kombes Pol DTM Silitonga mengatakan, kedua tersangka ditangkap setelah mendapat laporan dari ayah korban.

“Korban dipaksa ibunya sendiri untuk dicabuli pasangan (selingkuhan) ibunya. Ini sudah tiga tahun dan korban hamil,” ungkapnya. Saat ini kedua tersangka masih dalam penyelidikan.

“Kita masih selidiki dulu motif kedua pelaku. Yang jelas kedua tersangka akan dikenakan Pasal 81 ayat 2 dan Pasal 82 Undang-undang No. 35 tahun 2014 tentang tindak pidana perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terangnya.(medansatu)

Jumat, 30 September 2016

Korban Penggandaan Uang Dimas Kanjeng Hampir Seluruh Indonesia


MANIS77 - Kasus penggandaan uang yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, masih dalam pengusutan pihak kepolisian. Tidak hanya di Probolinggo saja, rupanya korban penipuan penggandaan uang Taat Pribadi hampir tersebar luas di seluruh provinsi.

"Informasinya di Sulawesi Selatan ada. Dari Jakarta, Jawa Timur sendiri, Kalimantan juga ada," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Jumat, 30 September 2016.

Semua korban ditipu oleh Taat Pribadi dengan modus yang sama, yakni menggandakan uang dengan menyetorkan sejumlah mahar. "Karena dia kan seperti menjadi anggota, di mana ada kewajiban membayar mahar, dilakukan oleh orang yang bisa ikut serta dalam proses penggandaan itu," lanjut dia.

Boy menjelaskan, Taat Pribadi tidak hanya dijerat perkara penipuan, akan tetapi juga kasus pembunuhan. Sebagaimana diketahui, Taat Pribadi diduga sebagai otak pembunuhan dua anggota Padepokan Kanjeng Dimas yang dipimpinnya.

"Jadi ada dua perkara sementara ini yang berbeda. Perkara tindak pidana pembunuhan dan penipuan, penggelapan uang milik masyarakat. Ini akan dilaksanakan proses penyidikan yang terpisah, tidak digabung. Jadi perkaranya berdiri masing-masing," pungkas Boy.(beritacenter)


Abramovich Akan datangkan Pemain Bintang 
Pebulutangkis India Mendapat Sponsor Baru
Perekaman E-KTP DKI Lampaui Target Nasional

Rabu, 28 September 2016

Pengusaha Barang Bekas Nyabu Sekamar Dengan 3 Wanita Diamankan Polisi


MANIS77 - Nyabu sekamar dengan 3 wanita berinisial J (21), A (20) dan Rj (29) di satu penginapan di kota Sibolga, seorang pengusaha barang bekas berinisial Kw (48) warga Jalan Katamso Pasar Baru Sibolga ditangkap polisi.

Kasubbag Humas Polres Sibolga Ipda R Sormin dalam siaran persnya kepada wartawan, Selasa (27/9) di Mapolres Sibolga di Jalan FL Tobing Sibolga mengatakan, tersangka ditangkap Sabtu malam diduga usai nyabu bersama teman wanitanya.

"Saat penangkapan, polisi menyita sabu 0,4 gram berikut perlengkapan alat hisap dari dalam kamar tersebut," katanya. Menurutnya, sesuai hasil pemeriksaan diketahui tersangka Kw dan Rj mengkonsumsi sabu, sedangkan J dan A tidak ikut.

"Kw mengaku kalau J dan A tidak ikut nyabu. J dan A berada dalam kamar hanya untuk numpang tidur karena diusir dari tempat kost," katanya. Polisi melakukan pengembangan terhadap kasus itu dan memburu seorang tersangka lainnya yang sudah diketahui identitasnya sebagai pemasok sabu kepada Kw.

"Kw membeli sabu dari kenalannya yang lain yang juga seorang wanita, dan saat ini sedang diburu," katanya seraya menambahkan, Kw dan Rj masih ditahan di kantor polisi, sedangkan J dan A sudah diperbolehkan pulang.(hariansib)

Selasa, 27 September 2016

Wow....Timbangan dan Uang Tunai 20 Juta Ditemukan di Kamar Napi ini


MANIS77 - Petugas Lembaga Permasyarakatan Tanjung Gusta, Medan Sumatera Utara  mengamankan seorang narapidana lantara memiliki 20 gram shabu.

Pengungkapan ini saat petugas menggelar razia seluruh ruangan tahanan narapidana, kemarin dinihari. Tersangka Hendy diamankan dari Blok G Kamar 5.

Di lokasi itu, petugas menyita barang bukti 20 gram shabu, timbangan elektrik dan uang tunai senilai Rp 20 juta. Kemudian petugas menyerahkannya ke Polsek Helvetia untuk dilakukan penyelidikan.

Diketahui, Hendy merupakan hasil tangkapan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang saat ini tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan atas kepemilikan narkoba jenis shabu.

Kapolsek Helvetia Kompol Hendra, kepada wartawan, Senin (26/9), mengatakan tersangka akan diserahkan ke Polresta Medan.(poskota)


Pemandu Getafe Menilai Pemain Indonesia Kalah Fisik
Chong Wei Raih Gelar Keenam di Japan Open
Pemprov DKI Tanggung Semua Biaya Korban JPO Roboh

Sabtu, 24 September 2016

Polisi Tangkap Dua Begal Berstatus Pelajar Saat Sedang Sekolah


MANIS77 - Dua pelajar berinisial JA (16), warga Desa Gedung Ketapang dan IH (16), warga Desa Bumiratu, Sungkai Selatan, dibekuk aparat kepolisian saat sedang bersekolah karena terlibat kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Keduanya, diamankan petugas pada Kamis (22/9), sekira pukul 11.00 WIB.

”Kami berkoordinasi dengan kepala sekolahnya, dan memberitahu ada salah satu muridnya terlibat kasus curas,” kata Kanit Reskrim Polsek Kotabumi Utara Aiptu Edy Purnomo, Jumat, 23 September 2016. Edy menjelaskan, kedua tersangka melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap Soleh (16), warga Desa Ibu Jaya, Muara Sungkai pada Agustus 2016 lalu.

Kejadian bermula saat korban dihadang oleh kedua tersangka di sekitar saluran irigasi, di Dusun Tanjungsari, Desa Sawojajar, Kotabumi Utara. ”Kedua tersangka menghadang korban, lalu mengancam dengan badik dan merampas barang-barang milik korban,” ujar dia.

Selain menangkap kedua tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga hasil rampasan, yakni dua unit laptop, smartphone, dompet dan sepeda motor yang digunakan untuk beraksi.(beritacenter)


Sidang PBB, Korut Bersumpah Perkuat Kemampuan Nuklirnya
FIFA Merekut Marco van Basten Untuk Mengawasi Teknis 
Dilarang Tampil, Atlet DKI Ngadu ke FINA




Kamis, 22 September 2016

Menyamar Jadi Pelanggan, Polisi Berhasil Bongkar Prostitusi Online di Pekanbaru


MANIS77 - Praktik prostitusi online melalui jejaring sosial Facebook yang melibatkan anak-anak dibawah umur, berhasil dibongkar oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Petugas telah mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan. "Tiga orang muncikari telah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Direktur Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Surawan di Pekanbaru, Rabu, 21 September 2016.

Surawan menuturkan, ketiga tersangka yang terdiri dari dua pria dan seorang wanita itu ditangkap pada Selasa (20/9) malam di salah satu hotel berbintang di Kota Pekanbaru. RT alias Edo (20) dan DDS alias Odi (18) merupakan dua tersangka pria yang diamankan dan N (20) wanita muncikari yang terlibat sindikat tersebut.

Pengungkapan sindikat prostitusi daring tersebut berawal dari temuan sebuah akun Facebook dengan nama "Alvin Maulana". Akun tersebut berhasil dilacak oleh tim Cyber Patrol Subdit III Ditkrimum Polda Riau beberapa waktu lalu. Dari penelusuran tim Cyber Patrol, akun tersebut kerap menjajakan wanita-wanita di bawah umur untuk dijadikan pemuas nafsu.

"Tim kemudian melakukan upaya under cover buy atau penyamaran," urainya. Dari penelusuran tim Cyber Patrol, akun tersebut kerap menjajakan wanita-wanita di bawah umur untuk dijadikan pemuas nafsu. "Tim kemudian melakukan upaya under cover buy atau penyamaran," urainya. Setelah negosiasi dengan RT disetujui, tersangka kemudian membawa dua wanita yang masing-masing berumur 16 dan 17 tahun.

Untuk kedua gadis di bawah umur itu, RT meminta bayaran sebesar Rp6 juta. "Saat itu juga, kami langsung ciduk tersangka RT. Sementara wanita yang dibawa RT kami jadikan saksi," ujarnya. Tidak berhenti sampai di situ, polisi kembali melakukan pengembangan hingga ditangkap dua muncikari lainnya yakni Odi dan N.

Pemeriksaan sementara, ketiga tersangka adalah jaringan yang sama dan telah menjalankan praktik prostitusi selama enam bulan terakhir. "Total korban para tersangka sejauh ini ada lima orang. Dua di antaranya masih di bawah umur dan tiga lainnya berusia 18 dan 19 tahun. Kami terus melakukan pengembangan terkait kasus ini," tutupnya.(beritacenter)


Skuad Manchester Dalam Ancaman Mourinho
Cazeaux : Vinales, Salah Satu Alien MotoGP
Kerusakan Jalan Rawa Buaya Bahayakan Pengendara



Rabu, 21 September 2016

Berasyik-asyik Dengan Anak Kos, Kakek 72 Tahun ini Digerebek Warga


MANIS77 - Puluhan warga di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa 20 September 2016 malam menggerebek sebuah rumah kosan di Komplek Gaya Baru, Jalan Angku Basa, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Begitu pintu kamar didobrak, warga menemukan pemilik rumah bersama seorang pemuda dan tiga orang perempuan penghuni kos tengah kumpul kebo.

Sang pemuda serta dua orang perempuan hanya menggunakan celana pendek dan sarung. Pemilik kos, Irman Djunir (72) yang tidak terima digerebek warga mencoba mengusir dan memarahi warga sehiingga warga pun  meminta bantuan dan menghubungi petugas  Satuan Polisi Pamong Praja. Begitu petugas datang,  kakek pemilik kos yang juga pensiunan pegawai  PLN  Bukittinggi ini pun mengancam akan melaporkan penggerebekan ini ke polisi.

Para wartawan yang hendak meliput pun terus dihalang-halangi oleh Irman. Ketua RT02/04 Kelurahan Puhun Tembok  Andri menyebutkan penggerebekan berawal dari pengintaian di malam hari selama satu pekan berturut-turut. S

ebelumnya, istri pemilik kos melapor dan meminta kepada pemuda dan RW setempat agar menegur suaminya yang kerap berbuat mesum dengan penghuni kos, sebagai ganti pembayaran uang sewa kos. warga dan tetangga di sekitar rumah Irman pun resah karena di malam hari para perempuan penghuni kos terlihat sering membawa masuk lelaki hidung belang ke dalam kamar.

"Warga menggerebek karena tidak suka dengan perbuatan mereka yang meresahkan.  Pemilik kos memasukkan orang yang tidak jelas, anak kos perempuan sering bawa laki-laki ke dalam kamar malam hari," ujar Andri. Sementara  setelah memeriksa identitas dan menginterogasi pemilik dan penghui kos petugas bersama warga langsung membawa keempatnya ke kantor Satpol PP.

Kemudian, para perempuan penghuni kos yang diketahui berprofesi sebagai sales dan karyawan pusat perbelanjaan ini diusir dan tidak diizinkan lagi tinggal di rumah ini. Sementara pemilik rumah tidak dibolehkan lagi membuka usaha kos-kosan.(sindo)

Wang Yihan Pensiun Dari Bulutangkis Profesional
Ahok : Pre-Wedding di Kota Tua Gratis
Angelina Jolie Gugat Cerai ke Brad Pitt



Minggu, 18 September 2016

Lelaki ini Diduga Telah Menculik 2 Siswi SMA di Bandung


MANIS77 - Hilangnya dua siswi kelas 3 SMP Negeri 4 Gununghalu, Bandung, Jawa Barat, diduga diculik oleh seorang pria tak dikenal. Berdasarkan info dari kepolisian, pelaku belakangan diketahui bernama Emon dan masih dalam pencarian polisi. "Pelaku biasa dipanggil Emon, tapi menggunakan KTP orang lain atas nama Lukam Hakim," jelas Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan, Minggu (18/9).

Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Cimahi telah malakukan pencarian terhadap Emon dan korban sejak beberapa hari yang lalu. Polisi juga telah menjejaki sejumlah lokasi yang pernah disinggahi pelaku seperti hotel dan rumah kontrakan. "Info dari beberapa tempat yang disinggahi, pelaku mengaku bernama Indra padahal bukan," tutur Hendy. Sementara saat ditanya soal motif, Hendy mengatakan pihaknya masih mendalaminya.


"Tetapi kemungkinan besar pelaku ini adalah 'predator'," pungkasnya. Predator biasa diartikan sebagai pemangsa, namun belakangan di pembahasan kriminal istilah predator bisa luwes dimaknai sebagai orang yang memburu orang lain atas dasar hasrat seksual melampaui kewajaran.
Dua orang siswi Kelas 3 SMP Negeri 4 Gununghalu, Bandung Barat, Jabar, diduga diculik oleh seorang pria misterius.

Polda Metro Jaya ikut memback up pencarian kedua korban bernama Tiara Putri (14) dan Laras Wati (14) itu. Kedua korban dilaporkan hilang oleh ayah Laras Wati, Sutisna (47) ke Polres Cimahi pada 6 September lalu. Kedua korban dilaporkan hilang sejak Sabtu (3/9) lalu dan sampai saat ini belum berhasil ditemukan.(beritacenter)

Mourinho Minta Pogba Lupakan Transfer Termahal Dunia
Atlet DKI Jakarta Pecahkan Rekor di PON 2016
Kartu Jakarta One Berguna Sebagai Kartu Multi Fungsi



Kamis, 15 September 2016

Supaya Tahan Lama, Pengantin Muda Pakai Sabu Dan Berakhir di BNNP


MANIS77 - Pasangan suami istri berusia di bawah umur, Dedi Budi Prasetyo (17) dan Radita Meidiyanti (15), warga Kalikepiting Jaya, Gang 9, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim saat sedang pesta sabu-sabu.  Pasangan suami istri ‘korban’ pernikahan dini ini ditangkap di kediamannya. Keduanya tak bisa mengelak, karena petugas mendapatkan sejumlah barang bukti.

Pasrah, Dedi dan Radita pun diam saja saat digelandang petugas. Saat memeriksa pengantin baru yang menikah sebulan lalu ini, penyidik BNN langsung geleng-geleng kepala. Pasalnya, Radita mengaku memakai sabu-sabu agar bisa hot dan mampu mengimbangi permainan suaminya di ranjang. “Suami pakai SS. Jadi, dia kuat waktu di atas ranjang.

Saya ingin mencoba SS juga agar bisa mengimbanginya,” tutur wanita berwajah cantik ini. Kepada petugas, Radita mengaku kapok memakai sabu-sabu. Pasalnya, hanya gara-gara nafsu di ranjang, ia terjerumus dan kini harus berada di balik penjara. “Kalau begini saya kapok. SS itu yang beli suami saya, paket Rp300 ribu,” tambahnya. Kepada petugas, Radita mengaku kapok memakai sabu-sabu.

Pasalnya, hanya gara-gara nafsu di ranjang, ia terjerumus dan kini harus berada di balik penjara. “Kalau begini saya kapok. SS itu yang beli suami saya, paket Rp300 ribu,” tambahnya. Disebutkan Radita yang hanya tamat SMP itu, awalnya agar kuat ‘main’ di ranjang, suaminya memakai pil koplo, namun efeknya kurang.

Lalu suaminya memakai sabu-sabu, dan terbukti kuat. Karena kewalahan atas permainan suaminya, Radita pun mengaku mencoba memakai sabu-sabu. “Hasilnya, saya memang bisa mengimbangi suami,” ceritanya. Kabid Pemberantasan dan Penindakan BNNP Jatim, AKBP Bagijo Hadi Kurnijanto mengatakan, pasangan suami istri ini masih diperiksa intensif untuk pengembangan dan pengusutan lebih lanjut.(medansatu)

Gemilang di PSG, Di Maria Bikin Fans MU Galau
Vinales Diyakini Mampu Kalahkan Rossi Musim Depan 
Mangga Dua, Surga Belanja Barang KW Bermerk LN


Senin, 12 September 2016

Diajak Bobok di Kos-an, Cewek Bawa Kabur Motor


MANIS77 - Waspadai punya kenalan baru cewek cantik, siapa tahu dia berotak kriminal. Ini dialami satu pemuda pegawai rumah sakit. Kawasaki Ninja miliknya dibawa kabur cewek yang baru dua minggu dipacarinya. Aditya, 21, pemilik Kawasaki Ninja B 3544 BUQ melapor ke Polsek Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (9/8) malam. Membawa foto seorang gadis cantik, kepada polisi ia mengatakan cewek itu membawa kabur motor miliknya.

“Ini pak foto ceweknya. Saya tidak menyangka. Saya rasa dia diperalat penjahat profesional dengan sasaran Kawasaki Ninja,” kata Aditya. Menurut pemuda warga Kreo, Ciledug, Tangerang, ini ia kenalan dengan cewek bernama Cika, 19, alias Ika Diana dua minggu lalu melalui jejaring sosial facebook. Cewek berparas cantik dan imut-imut mengaku asal Indramayu, Jawa Barat. “Setelah beberapa kali berkomunikasi, saya diminta datang ke kosan dia di kawasan Mangga Besar,” tutur Aditya.

Mereka pun pacaran. Kamis (8/9) malam Aditya ditelepon Cika. Sambil merayu, Cika bilang kangen dan minta Aditya datang ke kos gadis itu di Jalan Mangga Besar 2, Tamansari, Jakbar. Sepulang kerja, pemuda ini pun memenuhi permintaan Cika. “Saya datang mengendarai Kawasaki dan dia juga pernah menjajal motor saya, bahkan saya diboncengnya.

Ternyata pintar juga bawa motornya,” cerita karyawan rumah sakit di Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu. Selang satu jam, menjelang tengah malam ketika Aditya ketiduran, Cika membangunkannya. “Aku pinjam motornya sebentar mau beli pulsa listrik, ” kata Cika sebagaimana ditirukan Aditya. Kunci motor pun diserahkan Aditya.

Ditunggu sampai dua jam, Cika tidak kunjung kembali, dan saat telepon selularnya dihubungi sudah tak aktif lagi. Barulah Aditya sadar kendaraannya dibawa kabur. Di kamar kos, pemuda ini cuma menemukan tas biru berisi KTP dan kosmetik. Walau begitu, Aditya masih setia menunggu sampai Jumat siang. Sampai Jumat malam Cika tak datang juga, Aditya lapor polisi. Petugas Polsek Tamansari masih melacak Cika dan sindikatnya.(poskota)

Kiper Blunder, Guardiola Justru Memujinya
Nomor Marco Simoncelli Dipensiunkan MotoGP
Liburan Idul Adha, 71.500 Warga Penuhi Ancol  



Jumat, 09 September 2016

Berduaan di Kamar Hotel dengan Kades, Istri Polisi Digerebek Suaminya


MANIS77 - Seorang Dosen yang juga istri dari anggota Polisi digrebek oleh suaminya sendiri saat sedang berduaan dengan seorang Kepala Desa (Kades) di kamar Hotel Bintang, jalan Manunggal Selatan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Sabtu (10/9/2016). Saat penggerebekan, pasangan kumpul kebo itu telanjang bulat.

Keduanya kini sudah diamankan di Polres Tuban. Selanjutnya, keduanya menjalani pemeriksaan guna  proses lebih lanjut. Dosen yang diduga selingkuh dengan kades tersebut berinisial LPS (29), asal jalan Kedinding Tengah Baru 4/1A Surabaya. Sedangkan untuk pasangannya yang merupakan Kades adalah MJ (38), warga Desa Kujung, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Pengrebekan pasangan selingkuh tersebut berawal dari kecurigaan suami LPS yang juga anggota  Polsek Mulyorejo, Surabaya. Polisi berpangkat Bripka ini mengetahui istrinya bersama Kades tersebut. Selanjutnya, polisi itu  melapor ke Polres Tuban dan kemudian melakukan pengrebekan. "Memang benar ada penggrebekan. Informasinya penggrebekan dilakukan sekitar pukul 02.00 Wib dini hari," terang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban.

Pengrebekan itu dilakukan oleh anggota Unit 1 Sat Reskrim Polres Tuban yang langsung diikuti oleh suami dari dosen Ilmu Politik tersebut. Saat digrebek LPS dan MJ masih dalam keadaan telanjang bulat dan hanya menggunakan tutup selimut di kamar nomor 60 Hotel Bintang, Tuban. "Saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di Polres," ungkapnya.(beritajatim)

Menanti Seorang Pengganti Arsene Wenger di Arsenal
Turnamen US Open Diduga Ada Pengaturan Skor
Lubang di Depan Gedung Bapindo Jalan Sudirman 




Rabu, 07 September 2016

Diberi Tumpangan Bermalam, Malah Bawa Kabur Motor Pemilik Rumah

                                                                                                          foto ilustrasi

MANIS77 - Seorang karyawati bernama Sarifah, 25, berniat baik  memberi tumpangan bermalam kepada  temannya, satu pemuda bernama Toras, 22, pada Senin (5/9). Namun, pria ini malah memembawa kabur motor Sarifah saat dia sedang keluar rumah. Kontan, Sarifah melapor ke polisi. Kejadian ini di rumah Sarifah 25, karyawati yang tinggal di Kampung Cipeucang, Cileungsi, Bogor. Motor yang dicuri temannya itu  Yamaha Type SE 88 (Mio  M3 125) warna putih tahun 2016.

Dalam laporannya, korban mengaku, motornya telah dicuri Toras  22, warga Kampung Pengasinan,  Bekasi. Menurut Kapolsek Cileungsi, AKP Bramastyo Priaji, modus pelaku yang sudah mengenal dengan korban ini, dengan berpura-pura menginap di rumah korban. Pada saat korban tidak ada di rumah karena sedang keluar, pelaku menggasak motor yang terparkir. Polisi yang usai melakukan BAP atas korban dan keterangan saksi, lalu mencari keberadaan pelaku.

Berdasarkan hasil cek pos momor HP, pelaku diketahui berada didaerah Kembang Kuning Kecamatan Klapanunggal, Bogor. “Saat anggota mengejar kesana, pelaku ternyata  tidak ditemukan. Kemudian berdasarkan cekpos berikutnya, keberadaan pelaku diketahui mengarah ke Cileungsi. Anggota melakukan pengejaran,” ujarnya. Saat  di simpang Rawa Hingkik tepatnya di Jalan Raya Narogong, korban melihat motornya melintas.

Anggota berbalik arah dan melakukan pengejaran dengan memepet pelaku. “Tepat di depan  bengkel, pelaku akhirnya diringkus,” papar Bramastyo. Kapolsek Cileungsi, AKP Bramastyo Priaji mengatakan, pelaku ditangkap anggota pada Selasa (6/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Selain motor curian dan pelaku, petugas juga menyita HP pelaku. “Pelaku kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek,”tandas AKP Bramastyo. mantan Kasat Lantas Polres Bogor ini.

Penangkapan pelaku yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Cileungsi, AKP Hemry Ferian bersama Panit Reskrim, Ipda Tri Lesmana dan empat anggota Reskrim ini, sempat terjadi kejar-kejaran. “Pelaku diburu atas laporan korban  yang  mengaku motornya hilang di rumahnya di Kampung/Desa Gandoang Kecamatan Cileungsi  Bogor. Kami kembangkan laporan korban hingga akhirnya pelaku kami tangkap di jalan,”kata AKP Bramastyo Rabu (7/9) pagi.(poskota)

Tinggalkan Madrid, Seperti Meninggalkan Surga
Gagal di Rio, Ahsan/Hendra Akhirnya Harus Berpisah
Rekam e-KTP di Tangerang Lembur Hingga Tengah Malam