Selasa, 26 Juli 2016

Jackie Chan Dibekuk Polisi Bersama Komplotannya di Palembang


MANIS77 -  Aksi dua pelaku spesialis pembobol minimarket, M Rizky alias Jackie Chan (24) dan Rendy (20), akhirnya terhenti setelah aparat unit Buser Polsek Gandus membekuknya. Bahkan, petugas yang geram terpaksa melumpuhkan keduanya dengan timah panas. Dua kawanan yang tercatat sebagai warga Jalan Lettu Karim Kadir, Kecamatan Gandus, Palembang ini diketahui sudah melakukan aksi pembobolan di delapan minimarket di kawasan Gandus.

Tak tanggung-tanggung, dari delapan kali aksinya itu, para tersangka meraup untung senilai Rp188 juta. Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Aria Dwianto di dampingi Kabag Ops Kompol Andy Kumara dan Kapolsek Gandus AKP Dedi Rahmad mengatakan keduanya ditangkap di kediaman masing-masing. Dimana awalnya, polisi lebih dulu menangkap Jackie Chan yang saat itu sedang tidur. Dari penangkapan Jeckie Chan, polisi langsung melakukan pengembangan dan menangkap Rendi.

"Merupakan pemain lama dan terbilang spesialis. Keduanya merupakan komplotan pencurian bobol Alfamart lima kali, satu  kali Indomaret, satu kali  counter HP dan satu kali menjadi bajing loncat," terangnya Kapolresta, saat menggelar tersangka dan barang bukti di Mapolsek Gandus, Senin (25/7). Menurut Kapolresta, kawanan ini beraksi enam orang.

Dimana tiga tersangka lainnya sudah lebih dulu ditangkap, sementara seorang lagi masih dalam pengejaran. "Tiga tersangka lain sudah lebih dulu ditangkap, dan dua orang tersangka lagi akan segera kita serahkan berkasnya ke kejaksaan. Uuntuk otak pelaku yakni GS masih dalam pengejaran alias DPO," jelasnya.

Sementara itu, tersangka Jackie Chan mengaku, sudah lima kali melakukan aksi pembobolan itu. "Setiap berhasil, kami mendapatkan bagian Rp5 juta. Kemarin juga sempat jadi bajing loncat di  Gandus," ungkapnya. Menurutnya, dalam pembobolan itu, dirinya berperan sebagai pengawas situasi. "Saya sama Rendy cuma mengawasi dari luar pak. Otak pembobolan itu dari GS yang sudah tahu situasi tempat pembobolan. Dan kami tidak tahu kalau saat itu ada kamera CCTV," pungkasnya.(sindo)

Gonzalo Higuain Bakal Geser Cristiano Ronaldo
Chong Wei dan Marin Unggulan Teratas di Olimpiade Rio
Petugas Bongkar Makam Palsu di Pondok Ranggon







Minggu, 24 Juli 2016

Diiming-imingi Beli Baju Baru, ABG Diperkosa Pemilik Kontrakan


MANIS77 - Bunga (14) nama samaran warga Kecamatan Patumbak, mengaku diperkosa pemilik kontrakan, S di hotel kawasan Padang Bulan Medan. Didampingi ibunya saat membuat laporan ke Polsek Delitua, Jumat (22/7). Peristiwa tersebut terjadi Sabtu (16/7) lalu saat ibu Bunga pergi bekerja. Sore harinya, saat kembali ke rumah, ibu Bunga tak lagi menemukan putrinya di rumah bersama adiknya.

Setelah ditanya ke sejumlah tetangga, mereka mengatakan pelaku dan Bunga pergi membeli baju. "Saya pun percaya saja karena Bunga pergi membawa adiknya. Tapi karena tak kunjung kembali, saya curiga. Ternyata benar anak saya dibawa ke hotel sesuai pengakuan anak saya," tegas ibu Bunga. "Kami dibawa ke hotel H Jalan Jamin Ginting Padang Bulan Medan.

Waktu itu dia (pelaku) bilang mau singgah dulu di hotel sebelum ke toko baju. Pak S beralasan gerah dan berencana mandi dulu dalam hotel," tambah Bunga. Karena alasannya masuk akal, Ia diam dan menurut saja. "Setelah Pak S memesan kamar, saya bersama adik saya diajak masuk ke dalam kamar.

Tak lama berselang, Pak S menyuruh adik saya membeli jajanan di samping hotel dan memberikan uang pecahan Rp 10 ribu. Karena disuruh, adik saya pun langsung pergi membeli jajanan tak jauh dari hotel. Tapi, begitu adik saya pergi, Pak S langsung mengunci kamar hotel dari dalam.

Setelah itu dia langsung memaksa saya membuka baju dan celana saya," sebutnya. Meski sempat melawan dan berteriak, Bunga disumpal mulutnya menggunakan tangan. "Saya tidak bisa berbuat banyak, apalagi saya dicekik dan diancam bunuh kalau melawan," tutupnya.

Usai beraksi, pelaku langsung meninggalkan Bunga dan adiknya. Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan menyebutkan, sudah menerima laporan dan korban sudah diantar untuk divisum. "Kita sudah membentuk Tim untuk mengejar tersangka," katanya.(Sib)

Hanya Pantas Untuk Pemain Sekelas Ronaldo dan Messi
Calon Lawan Manny Pacquiao Minta Bayaran Mahal
Pegawai Lepas DKI di Bantar Gebang Digaji Rp3,1 Juta




Sabtu, 23 Juli 2016

Karyawan Money Changer Dirampok di Cideng, Duit Miliar DiBawa Kabur


MANIS77 - Norman Ali (35) seorang karyawan money changer dirampok pengendara motor di Jalan Cideng Timur No16 A Gambir, Jakarta Pusat. Koper yang berisikan mata uang asing berjumlah miliaran rupiah raib begitu saja. "Koper yang diambil berisikan uang 1,7 juta Ringgit (setara Rp5,6 miliar) dan 200 ribu yuan (setara Rp400 juta)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono dalam keterangannya, Sabtu (23/7/2016).

Kejadian bermula saat Norman menumpangi taksi dari Bandara Soekarno-Hatta menuju kantornya pada Jumat 22 Juli 2016 sekira pukul 22.30 WIB. Sesampainya di lokasi, sopir pun langsung turun dan membuka bagasi. Tiba-tiba saja ada dua pria tak dikenal mengancamnya sembari menodongkan senjata api.

"Saat sopir turun dan membuka bagasi, tiba-tiba dari arah belakang datang dua orang pelaku menggunakan sepeda motor, salah satu pelaku menodongkan pistol ke kepalanya sambil mengatakan 'mundur'," ujarnya. Kemudian, pelaku lainnya langsung sigap mengambil salah satu koper yang berisikan uang dan meletakkan di depan motor. Mereka pun langsung melarikan diri mengarah ke Tanah Sereal, Jakarta Barat.

Hingga kini, belum diketahui siapa dua orang pria tak dikenal tersebut. Aparat kepolisian terus melakukan upaya pencarian. Kasus ini pun ditangani Satreskrim Polres Jakarta Pusat. "Sedang dilakukan pencarian. Ciri-cirinya yang menodongkan senjata api tingginya 160 cm, pendek dan kekar, usianya kira-kira 40 tahun, mengenakan helm tidak berkaca, mengenakan celana panjang. Sementara yang nyetir motor kurus," pungkasnya.(sindo)

Terlibat Pengaturan Skor, Petenis Italia Diskorsing 18 Bulan
Jerson Lopez Menjadi Pemain Pokemon Pertama Yang Tewas
Bajaj Dilarang Mangkal di Kawasan Istana Presidenan




Rabu, 20 Juli 2016

Sering Dipukuli, Istri Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suaminya


MANIS77 - Satu bulan kabur dari pengejaran polisi, Yedi Wandra (30), satu dari dua pelaku pembunuhan bayaran di Kabupaten Lahat, akhirnya dibekuk aparat Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang. Tersangka yang merupakan warga Desa Suka Merindu, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, itu ditangkap saat sedang bekerja di sebuah warung makan kawasan Jalan Veteran, Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Polres Lahat terkait pembunuhan terhadap Haniri (42). Dalam koordinasi itu, aparat Polres Lahat menyebut jika tersangka sudah melarikan diri ke Palembang. “Dua tersangka lain sudah ditangkap lebih dulu. Kita mendapatkan laporan dari Polres Lahat jika tersangka lari ke Palembang, sehingga kita lakukan penyelidikan dan berhasil ditangkap tadi malam,” terang Maruly, Selasa (19/7/2016).

Menurut Maruly, pembunuhan yang dilakukan tersangka terkuak setelah aparat Polres Lahat mendapatkan laporan adanya penemuan sesosok mayat penuh luka di kawasan hutan Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat. Setelah mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, diketahui otak pembunuhan tersebut adalah Epri (38) yang tak lain adalah istri korban. "Otak pembunuhan itu adalah istri korban sendiri yang kini sudah ditangkap. Menurut keterangan tersangka Epri ini, pembunuhan itu dilakukan karena sakit hati dengan korban yang sudah memukulinya," terang Kasat.

Namun, keterangan tersangka masih akan didalami lagi oleh Polres Lahat. "Tersangka bisa terancam Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati," ungkapnya. Sementara itu, Yedi mengaku nekat membunuh korban lantaran dijanjikan oleh tersangka Epri uang tunai Rp15 juta. Sebagai down payment (dp), tersangka Yedi diberikan sebuah tab jenis Asus warna biru. Tertarik dengan tawaran tersangka Epri, tersangka akhirnya mengajak rekannya Ujang untuk membunuh korban.

“Kami langsung buat rencana, dan berpura-pura minta dipasangi instalasi listrik. Kami buat janji di Jalan SP 1, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat, untuk bertemu dengan korban,” kata tersangka Yedi. Ketika berada di lokasi, menurut Yedi tersangka Ujang langsung menusuk korban di bagian punggung dekat leher hingga akhirnya korban meninggal di tempat. “Alasan dari istri korban (Epri) dia sakit hati karena sering dipukul. Sampai sekarang uang yang dijanjikan itu belum saya terima," akunya.(sindo)

Kecanduan Narkoba, Mantan Atlet Timnas Jadi Begal
Liliya Shobukhova Diminta Pulangkan Hadiah 
Polisi Dihukum Push-Up Jika Main Pokemon GO



Senin, 18 Juli 2016

Dituduh Telah Menghamili Saudara Perempuannya, Pemuda Ini Disekap dan Diperas


MANIS77 - Nasib sial menimpa seorang pemuda beinisial A (23). Ia disekap di sebuah hotel di kawasan Senen, Jakarta Pusat, oleh seorang lelaki berinisial Er lantaran dituding menghamili saudara perempuannya. Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto membenarkan adanya laporan penculikan tersebut. "Memang betul kami sudah terima laporan dari korban. Kasusnya masih kami selidiki," ujar Budi kepada wartawan, Selasa (19/7/2016).

Budi mengatakan, dalam laporan yang dibuat korban pada Senin (18/7) sore kemarin, korban disekap selama 12 hari terhitung dari tangal 20 Juni hingga 2 Juli 2016. Selama di sekap, korban juga diminta untuk membayar sejumlah uang sebagai mahar lantaran sudah menghamili saudara perempuannya berinisial Eln. "Selama disekap korban diminta menikahi Eln (saudara perempuan pelaku) dan membayar memberi uang sebesar Rp 35 juta juga sebagai mahar," ungkapnya.

Kepada polisi, korban mengaku tidak pernah bertemu dengan perempuan bernama Eln itu. Ia mengatakan, mengenal Eln melalui situs jejaring sosial Facebook pada 16 Juni lalu. Selama ini, A hanya berkomunikasi beberapa kali via telepon seluler dengan perempuan tersebut. Dalam perkenalan itu, Eln mengaku sebagai anak dari pengusaha rokok. setelah beberapa kali berkomunikasi, Eln pun mengajak korban untuk bertemu di kawasan Poncol, Senen, Jakarta pusat.

Namun setelah sampai di lokasi, korban disuruh bertemu dengan 'anak buahnya' bernama E. E pun kemudian mengajak korban mampir ke kosannya yang juga berlokasi di kawasan Senen, Jakpus. Karena ingin bertemu dengan Eln, korban kemudian menghubungi Eln dan meminta untuk bertemu. Keduanya pun bersepakat untuk bertemu di hotel di kawasan Senen. A pun diantar Er menuju hotel tersebut. "Tetapi, setibanya di hotel, Eln tidak kunjung datang.

Saat itulah, Er melakukan penyekapan terhadap korban. E menuding korban telah menghamili Eln dan diminta membayar Rp 35 juta," tuturnya. Korban kemudian menyerahkan uang Rp35 juta secara bertahap kepada pelaku E. Tak cukup sampai disitu, pelaku pun terus memeras korban dengan menyuruh mencari uang lagi, sehingga korban dapat keluar hotel setelah hampir dua minggu disekap pelaku.(beritacenter)




Minggu, 17 Juli 2016

Tidak Diberi Uang, Seorang Remaja Bacok Ayah Kandungnya


MANIS77 - Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur memburu remaja yang membacok tangan ayah kandungnya sendiri, hanya karena tak diberi uang saku untuk pergi ke Surabaya, Sabtu (16/7) malam. "Saat ini tim buru sergap dan Satreskrim masih menyisir beberapa lokasi yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku," kata Kapolsek Sumbergempol AKP Sukirno di Tulungagung, Minggu(17/7).

Sejak dilakukan pengejaran sejak Sabtu malam hingga Minggu siang, pelaku yang diidentifikasi bernama Rohmad (18), kuli bangunan asal Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol itu belum kunjung tertangkap. Polisi masih menyisir kawasan hutan di pesisir selatan Tulungagung serta beberapa rekan Rohmad yang diduga menjadi lokasi persembunyian. "Akan kami kejar kemanapun dia lari sambil menunggu hasil visum.

Pelaku sudah sering berbuat onar dan informasi yang kami terima, pelaku juga pemakai narkoba sejenis pil koplo," kata Babinkamtibmas Polsek Sumbergempol Aipda Maryudi. Ia menjelaskan insiden pembacokan yang terjadi di rumah korban Murni (60) di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol sekitar pukul 21.00 WIB itu diduga mengarah percobaan pembunuhan. Sebab menurut keterangan saksi istri korban, Amin (55), saat insiden terjadi pelaku (Rohmad) menyabetkan parang ke arah kepala korban.

Aksi pembacokan yang berlatar cekcok antara bapak-anak itu ditangkis Murni, namun gerakan reflek itu menyebabkan tangannya luka parah sehingga harus dilarikan ke RSUD dr Iskak, Tulungagung. Amin yang melihat insiden tersebut berteriak histeris sehingga memancing kedatangan warga sekitar. "Pelaku langsung lari sementara ayahnya tergeletak. Warga lalu melaporkan kejadian ini ke polsek dan korban dievakuasi menuju rumah sakit," tuturnya.

Usai kejadian, Kepala Desa Wates Djani langsung memerintahkan warga dan seluruh pemuda desa untuk melakukan perburuan, namun pelaku Rohmad tak kunjung ditemukan. "Kami sudah berkoordinasi dengan polisi. Informasinya pelaku ini dalam kondisi mabuk karena mengkonsumsi narkoba jenis pil koplo sebelum melakukan pembacokan karena tidak diberi uang Rp50 ribu untuk pergi ke Surabaya," kata Djani.(beritacenter)

Ronaldo Tidak Ikut Tur Los Blancos di New York
Deontay Wilder Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Taman Impian Jaya Ancol Tempat Berburu Pokemon





Kamis, 14 Juli 2016

Grebek Kampung Narkoba, Polisi Amankan 19 Pengedar di Medan


MANIS77 - Petugas Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Medan meringkus sebanyak 19 pengedar narkoba jenis sabu-sabu dalam Operasi Gerebek Kampung Narkoba yang dilakukan di daerah itu. "Selain tersangka, polisi juga menyita puluhan alat isap sabu-sabu, beberapa gram sabu-sabu, dan uang tunai hasil penjualan narkoba sebesar Rp20 juta," ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto kepada wartawan, Rabu, 13 Juli 2016.

Penangkapan pemilik narkoba itu, menurut dia, dilakukan pihak berwajib di lokasi terpisah di wilayah hukum Polresta Medan. "Tempat tersebut, yakni di kawasan Jalan HM Said yang hanya berjarak 100 meter dari Polresta Medan, dan mengamankan 5 orang tersangka," ujar Kombes Pol Mardiaz. Kemudian, jelasnya, di Jalan Masjid Taufik Medan dan petugas membekuk 6 tersangka yang terbukti memiliki barang haram, serta 8 orang tersangka lainnya diciduk dari lokasi terpisah.

Mardiaz menambahkan untuk kedelapan tersangka itu berhasil diamankan pihak berwajib dari sejumlah lokasi seperti, Helvetia dan Kampung Kubur. Polresta Medan terus melakukan penggerebekan di sejumlah kampung narkoba yang ada di kota itu.

Selain itu, membersihkan kampung narkoba guna mempersempit ruang gerak pengedar maupun pemakai. "Kedepan, pihak Polresta Medan juga akan membentuk Satgas anti narkoba di setiap kelurahan," kata mantan Kapolres Mandailing Natal(Madina).(beritacenter)