Selasa, 06 September 2016

Bocah 11 Tahun Jadi Korban Kekerasan Majikannya

                                                                                                     foto ilustrasi

MANIS77 - Kasus kekerasan terhadap anak kembali terungkap di Ibu Kota. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun menjadi korban penganiayaan sang majikan yang tinggal di Jalan Lontar Taman RT 3 RW 5 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Gadis kecil berinisial ACW itu dibotaki oleh majikannya. Dia juga dipukuli dengan selang hingga memar.

Dia dipukul lantaran dituduh mengambil uang di kamar majikannya. Kapolsek Koja Kompol Supriyanto mengungkap korban dipekerjakan menjadi pembantu rumah tangga sejak tiga tahun lalu atau saat ACW berusia 8 tahun. "Dituduh ambil uang majikannya yang sekarang sudah kita jadikan tersangka, yaitu inisial SGN.

Korban dituduh sama pelaku mengambil uang, padahal korban tidak mengambilnya. Pelaku marah dan memukul punggung korban menggunakan selang air, memukul muka korban sampai memar,"tambahnya kepada Supriyanto. Pemukulan ACW terungkap pada Minggu, 4 September 2016, sekitar pukul 22.00 WIB.

Setengah jam usai dianiaya, korban memberanikan diri kabur melalui tangga belakang rumah tersebut. Korban pun berlari menuju Pasar Lontar. Saat itu, korban langsung dihampiri petugas keamanan lantaran terus menangis dan memegang pundak. "Dibawa satpam kemari langsung anggota saya menuju TKP terus mengambil visum korban di RS Pelabuhan. Langsung kita amankan pelaku dan kini sudah ditahan," ujar Supriyanto.(realita)

Bilic : Payet Kunci Kesuksesan West Ham
Yi Juanlian, Pemain Anyar Lakers Asal China
Polisi Bongkar Penjualan Obat Kedaluwarsa


 

Minggu, 04 September 2016

Pemuda Keluarin Burung, Diserahkan ke Polisi


MANIS77 - Pemuda pengendara motor ini harus berurusan dengan polisi atas ulahnya, menunjukkan kemaluannya di depan seorang wanita pejalan kaki. Korban yang kaget langsung berteriak, pria cabul itu pun langsung ditangkap warga dan diserahkan ke kantor polisi. Peristiwa itu sendiri terjadi di Jalan Bellyra IV, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (4/9/2016).

Kasubag Humas Polres Jakarta Utara Kompol Sungkono kepada wartawan mengatakan saat ini tersangka Suparji, masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kelapa Gading. Dijelaskan Sungkono, kejadian berawal saat korban, D, sedang berjalan kaki sendirian di sekitar lokasi kejadian. Tak berselang lama datang pelaku dengan sepeda motornya.

Melihat ada wanita berjalan kaki, mendadak korban menghentikan kendaraannya. “Selanjutnya pelaku turun dan mendekati korban,” kata Sungkono, Minggu (5/9/2016). Selanjutnya, pelaku langsung membuka resleting celana dan mengeluarkan alat kelaminnya untuk ditunjukkan kepada korban.

“Tak hanya itu, pelaku juga melakukan hal yang tak pantas dengan alat kelaminnya di depan korban.” Perilaku menyimpang Suparji sontak membuat korban kaget dan berteriak. Warga yang mendengar teriakan korban langsung mengamankan pelaku. “Pelaku sempat dibawa ke Pospol Gading Mas sebelum diserahkan ke Polsek Kelapa Gading,” ujar Sungkono.(poskota)






Kamis, 01 September 2016

Setelah Mandi Kembang, Wanita Ini Dicabuli Dukun Palsu


MANIS77 - Tersangka Hid, 45, warga Pulo Panjang, Serang diringkus petugas Subdit 4 Direskrimum Polda Banten. Pedagang ikan yang juga mengaku dukun ini ditangkap karena dilaporkan karena dituduh telah menodai D, wanita asal Kota Cilegon. Korban disetubuhi saat menjalani pengobatan ala ghaib di gubuk di pinggir pantai.

“Dari pengakuan tersangka, tidak hanya D yang menjadi korban, melainkan ada lima wanita lainnya yang diperlakukan sama,” ungkap Kasubdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Banten AKBP Andik Puji Santoso kepada wartawan, Rabu (31/8). Diperoleh keterangan, aksi dukun cabul ini bermula saat D, mendatangi kediaman pelaku beberapa waktu lalu.

Saat itu, korban meminta diobati karena mengalami sakit di bagian dada. Tersangka kemudian meminta kepada korban melakukan ritual pengobatan di pinggir pantai. i gubuk yang telah didesain sedemikian rupa berikut keris, bunga, dupa dan peralatan dukun lainnya. Korban lalu diminta mandi kembang tanpa busana.

Pelaku menyatakan jika penyakit pelaku hanya bisa disembuhkan melalui vagina. Tanpa sadar dan inginkan penyakitnya hilang, korban akhirnya membiarkan tubuhnya dinikmati si dukun cabul. Masih belum puas, keesokan harinya saat korban akan pulang. Pelaku memberitahukan kepada korban jika korban harus berpamitan terlebih dahulu di gubuk tempat bersemedi. Sekali lagi, korban disetubuhi sebelum pulang ke Cilegon.

Pelaku juga sempat mengancam agar korban tidak melaporkan hal ini kepada siapapun, jika tidak maka keluarga korban akan mati. Setelah melayani yang kedua, korban akhirnya pulang. Hanya saja, setelah beberapa hari di rumah penyakitnya tidak kunjung sembuh. Korban curiga dan akhirnya melaporkan kepada suaminya. Tidak terima istrinya dijadikan pemuas nafsu, suami korban lantas melaporkanya ke pihak kepolisian.

Andik Puji Santoso mengatakan, setelah pelaporan korban D, terdapat lima korban lain yang mengaku sudah dicabuli dan diperkosa tersangka. Modusnya selain, mengobati korban juga belajar beladiri dan minta kecantikan. “Selain dikenal sebagai dukun, tersangka juga sebagai pawang ular. Sejauh ini sudah ada enam korban, tapi tidak menutup kemungkinan korban bertambah karena proses penyidikan sedang berlangsung,” ujar Andik.(poskota)

Joe Hart kiper Inggris Pertama di Liga Italia
Kevin Durant, Menjadi Pemain Favorit di NBA
Warga Rawajati Bangun Tenda di Pinggir Jalan 





Selasa, 30 Agustus 2016

Mirip Ahok, Andrew Dipukuli di Bus TransJakarta


MANIS77 -  Seorang pria bernama Andrew Budi Kusuma mengaku menjadi korban pemukulan di Bus TransJakarta yang ditumpanginya. Dikutip dari akun Facebook Andrew Budi Kusuma, Selasa, 30 Agustus 2016, Andrew menceritakan peristiwa terjadi Jumat, 26 Agustus 2016. Saat itu, Andrew naik Bus TransJakarta Koridor IX yang mengarah Pluit dari Halte Kuningan Barat pada pukul 20.30 WIB. Menurut Andrew, ada tiga sampai empat orang yang memakai baju batik naik bus yang sama dari Halte Semanggi.

Kejadian pemukulan berlangsung saat bus melaju dari Halte Semanggi dan Halte JCC Senayan. Andrew mengatakan, para pemukul sempat menyebutnya dengan nama panggilan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Ahok, sebelum memukulinya. "Saya baru saja mengalami musibah yang sial sekali. Saya baru saja dikeroyok oleh sekelompok orang sekitar 3-4 orang yang sebagian memakai baju batik dari halte semanggi dan diprovoke dengan hujatan 'Ahok Ahok, lu Ahok ya'," tulis Andrew.

Andrew melanjutkan, petugas on board TransJakarta tak memberinya bantuan saat ia dipukuli. Andrew menerangi petugas ketakutan atau mengantisipasi kejadian pemukulan adalah kerja sama antara dirinya dan pelaku. Menurut Andrew, ia diminta turun di halte JCC. Di halte yang berada di dekat Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu, ia lanjut dipukuli. "Saya dipukul juga di Halte JCC," ujar Andrew. Andrew mengatakan, dirinya telah mengantongi rekaman kamera CCTV pemukulan dirinya di Halte JCC dari PT. Transportasi Jakarta.


Andrew akan melakukan pelaporan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya hari ini. "Hari Selasa 30 Agustus akan membuat laporan ke pihak Polda," tulis Andrew. Akhirnya, pagi tadi Andrew datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, untuk melaporkan kasus itu. Dia datang dengan memakai kemeja kotak-kotak dan jaket hitam. Andrew menceritakan, peristiwa pemukulan tersebut terjadi pada Jumat, 26 Agustus 2016, sekitar pukul 21.00 WIB lalu.

Saat itu dia tengah menaiki Bus TransJakarta dari Kuningan menuju ke Semanggi. "Saya naik TransJakarta dari Kuningan jam setengah sembilan dan kejadian tersebut terjadi antara Halte Semanggi hingga Senayan JCC," kata Andrew. Dalam laporan bernomor LP/ 4132/ VIII/ 2016/ PMJ/ Ditreskrimum 30 Agustus 2016. Ia membawa bukti rekam medis dan hasil visum RS Siloam Jakarta Barat.

"Untuk CCTV nanti diminta oleh pihak kepolisian kepada TransJakarta," katanya. Adapun pasal yang disangkakan dalam dugaan penganiyaan ini adalah pasal 170 KUHP. Dalam laporan tersebut, Andrew mengaku dianiaya dan menjadi korban pemukulan oleh tiga sampai empat orang tak dikenal. "Ada tiga sampai empat orang. Salah satunya pakai baju batik," ucapnya.(viva)

Leicester Siapkan Rp832 M, Untuk Dua Pemain Sporting
Olimpiade Usai, Tunggal Putri Ini Kebanjiran Bonus
Pemprov DKI Disarankan Bangun Rusunawa di Jak-Sel






Minggu, 28 Agustus 2016

Astagfirullah ! Pasangan Anak SMA Berhubungan Badan di Tengah Pesta Tuak Teman -Temannya


MANIS77 - Edan! Sepasang anak SMA asyik bug!l dan berhubungan badan layaknya suami istri di teman teman-temannya yang sedang pesta minuman keras (miras) tradisional, tuak. Polisi yang menggerebek perbuatan asusila ini sempat malu melihatnya, dan meminta pelajar yang sedang pesta s3ks tersebut untuk berpakaian, baru dilakukan penangkapan.

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah di Dusun Jagerage, Desa Jageraga, Kecamatan Kuripan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari rumah itu, polisi menangkap 10 pelajar SMA/sederajat yang terdiri dari 4 siswi dan 6 siswa. “Mereka masih pakai seragam sekolah,” kata Kapolsek Kuripan, AKP Nuraini.

AKP Nuraini mengatakan, 4 siswi tersebut adalah AM (17), IM (16), PAS (16) dari SMAN 1 Gerung, dan NI (17) dari SMK N 2 Kuripan. Sedangkan 6 siswa adalah ZC (17) dan TH (17) dari SMAN 2 Gerung, WOY (18), REA (18), RA (18), dan F (18) dari SMAN 1 Lembar. Menurutnya, penangkapan para pelajar ini berawal dari operasi rutin yang digelar pihaknya.

Saat petugas tiba di rumah itu, pesta tuak sedang berlangsung. Ketika petugas masuk ke dalam rumah, mereka langsung terkejut karena menemukan 10 pelajar tengah asyik menenggak tuak. “Rumah itu sudah sering kita gerebek. Karena itu petugas terus memantau aktivitasnya,” ungkapnya.

Parahnya lagi, lanjut AKP Nuraini, ada sepasang pelajar yang tengah berbuat adegan layaknya suami istri dan tidak dihiraukan teman-temannya. “Kami sampai malu masuk. Saya juga malu lihat kelakuan mereka,” ujarnya. Seluruh pelajar itu lalu digelandang ke mapolsek dan diberi pembinaan. Mereka diperbolehkan pulang setelah dijemput orang tuanya dan meneken surat perjanjian tak mengulangi perbuatannya.(medansatu)

Manuel Pellegrini Tangani Klub China
Kondisi Klub Pertama Liliyana Natsir Memprihatinkan
Kawasan Gondangdia Jakarta Marak Kriminalitas 





Sabtu, 27 Agustus 2016

Tragis...Ayah Bunuh Putra Kandung Karena Gagal Ujian


MANIS77 - Kecewa dengan anaknya yang gagal lolos ujian masuk sekolah swasta terbaik pilihannya, seorah ayah asal Jepang yang diketahui bernama Kengo Satake, tega membunuh putranya sendiri yang masih berumur 12 tahun.

Korban bernama Ryota, harus meregang nyawa akibat keegoisan dan ambisi ayah kandungnya yang tak bisa menerima kenyataan begitu saja saat mengetahui anaknya gagal lulus dalam ujian masuk sekolah pilihannya. Kejadian bermula saat Kengo menuntut putranya Ryota agar bisa masuk sekolah swasta terbaik di Perfektur Aichi, Nagoya, Jepang.

Namun, pada kenyataannya, Ryota gagal lolos ujian masuk sekolah tersebut dan mendapat nilai yang buruk. Keduanya akhirnya beragumen hebat, dan Kengo menuduh Ryota tidak belajar untuk ujian tersebut.

Tanpa disangka ia lalu menusuk Ryota berkali-kali hingga tewas. Ryota tewas akibat kehabisan darah, meski telah dilarikan ke rumah sakit. Kengo sendiri mengaku tidak sengaja membunuh putranya kepada polisi.(beritacenter)

Manchester Akan Melepas Memphis Depay
Bolt Bermesraan Dengan Janda Bos Narkoba
DKI Batalkan Pembangunan 3.000 Unit Rusun 





Sabtu, 13 Agustus 2016

Pengen Bikin Teman Wanitanya Klepek-Klepek, Pria ini Malah Klepek-Klepek Selamanya


MANIS77 - Supaya tahan lama diranjang, Harjono Chandra (39), nekat menelan obat kuat dan mengkonsumsi narkoba. Dua barang itu memang terbukti membuatnya perkasa, namun dalam tubuhnya yang ternyata gak sekuat nafsunya. Buktinya, usai membuat Nadia alias Dea (23), wanita panggilan yang dibookingnya, klepek-klepek nikmat, giliran Harjono yang klepek-klepek untuk selamanya.

Peristiwa ini pun menggegerkan Hotel Delta & Spa, Jalan Juanda, Medan Kota. Informasi yang dihimpun medansatu.com, Kamis (11/8/2016) menyebutkan, awalnya Harjono yang tinggal di Perumahan Taman Polonia No. 66, Kelurahan Sukadamai, Medan Polonia, dan Dea check in di kamar 501 Hotel Delta.

Namun setelah melakukan ‘pertempuran’, pria  itu akhirnya tewas overdosis obat kuat dan narkoba yang dikonsumsi bersamaan. Tewasnya pria dengan tato di dada itu langsung diinformasikan ke Polsek Medan Kota. Polisi pun turun dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Jasad korban ditemukan dalam kondisi tanpa pakaian di atas tempat tidur, ada sisa narkoba dan obat kuat di kamar 501 itu.

Sudah diamankan,” ujar seorang polisi. Untuk menyelidiki kematian korban, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya dari pihak hotel, Rudi dan Efan, serta teman wanita korban, Dea. Namun jasad korban tak dievakuasi, keluarganya keberatan saat jasad Harjono hendak dibawa ke rumah sakit. “Pihak keluarga keberatan dan sudah membuat surat pernyataan,” terang Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu.(medansatu)

Pejudo Belgia Dipukul Security Hotel Hingga Memar
Wagub DKI Dukung Naikkan Harga Rokok Rp 50 Ribu
Pekerja Bangunan di Korut Diberi Narkoba