Kamis, 15 September 2016
Supaya Tahan Lama, Pengantin Muda Pakai Sabu Dan Berakhir di BNNP
MANIS77 - Pasangan suami istri berusia di bawah umur, Dedi Budi Prasetyo (17) dan Radita Meidiyanti (15), warga Kalikepiting Jaya, Gang 9, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim saat sedang pesta sabu-sabu. Pasangan suami istri ‘korban’ pernikahan dini ini ditangkap di kediamannya. Keduanya tak bisa mengelak, karena petugas mendapatkan sejumlah barang bukti.
Pasrah, Dedi dan Radita pun diam saja saat digelandang petugas. Saat memeriksa pengantin baru yang menikah sebulan lalu ini, penyidik BNN langsung geleng-geleng kepala. Pasalnya, Radita mengaku memakai sabu-sabu agar bisa hot dan mampu mengimbangi permainan suaminya di ranjang. “Suami pakai SS. Jadi, dia kuat waktu di atas ranjang.
Saya ingin mencoba SS juga agar bisa mengimbanginya,” tutur wanita berwajah cantik ini. Kepada petugas, Radita mengaku kapok memakai sabu-sabu. Pasalnya, hanya gara-gara nafsu di ranjang, ia terjerumus dan kini harus berada di balik penjara. “Kalau begini saya kapok. SS itu yang beli suami saya, paket Rp300 ribu,” tambahnya. Kepada petugas, Radita mengaku kapok memakai sabu-sabu.
Pasalnya, hanya gara-gara nafsu di ranjang, ia terjerumus dan kini harus berada di balik penjara. “Kalau begini saya kapok. SS itu yang beli suami saya, paket Rp300 ribu,” tambahnya. Disebutkan Radita yang hanya tamat SMP itu, awalnya agar kuat ‘main’ di ranjang, suaminya memakai pil koplo, namun efeknya kurang.
Lalu suaminya memakai sabu-sabu, dan terbukti kuat. Karena kewalahan atas permainan suaminya, Radita pun mengaku mencoba memakai sabu-sabu. “Hasilnya, saya memang bisa mengimbangi suami,” ceritanya. Kabid Pemberantasan dan Penindakan BNNP Jatim, AKBP Bagijo Hadi Kurnijanto mengatakan, pasangan suami istri ini masih diperiksa intensif untuk pengembangan dan pengusutan lebih lanjut.(medansatu)
Gemilang di PSG, Di Maria Bikin Fans MU Galau
Vinales Diyakini Mampu Kalahkan Rossi Musim Depan
Mangga Dua, Surga Belanja Barang KW Bermerk LN
Senin, 12 September 2016
Diajak Bobok di Kos-an, Cewek Bawa Kabur Motor
MANIS77 - Waspadai punya kenalan baru cewek cantik, siapa tahu dia berotak kriminal. Ini dialami satu pemuda pegawai rumah sakit. Kawasaki Ninja miliknya dibawa kabur cewek yang baru dua minggu dipacarinya. Aditya, 21, pemilik Kawasaki Ninja B 3544 BUQ melapor ke Polsek Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (9/8) malam. Membawa foto seorang gadis cantik, kepada polisi ia mengatakan cewek itu membawa kabur motor miliknya.
“Ini pak foto ceweknya. Saya tidak menyangka. Saya rasa dia diperalat penjahat profesional dengan sasaran Kawasaki Ninja,” kata Aditya. Menurut pemuda warga Kreo, Ciledug, Tangerang, ini ia kenalan dengan cewek bernama Cika, 19, alias Ika Diana dua minggu lalu melalui jejaring sosial facebook. Cewek berparas cantik dan imut-imut mengaku asal Indramayu, Jawa Barat. “Setelah beberapa kali berkomunikasi, saya diminta datang ke kosan dia di kawasan Mangga Besar,” tutur Aditya.
Mereka pun pacaran. Kamis (8/9) malam Aditya ditelepon Cika. Sambil merayu, Cika bilang kangen dan minta Aditya datang ke kos gadis itu di Jalan Mangga Besar 2, Tamansari, Jakbar. Sepulang kerja, pemuda ini pun memenuhi permintaan Cika. “Saya datang mengendarai Kawasaki dan dia juga pernah menjajal motor saya, bahkan saya diboncengnya.
Ternyata pintar juga bawa motornya,” cerita karyawan rumah sakit di Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu. Selang satu jam, menjelang tengah malam ketika Aditya ketiduran, Cika membangunkannya. “Aku pinjam motornya sebentar mau beli pulsa listrik, ” kata Cika sebagaimana ditirukan Aditya. Kunci motor pun diserahkan Aditya.
Ditunggu sampai dua jam, Cika tidak kunjung kembali, dan saat telepon selularnya dihubungi sudah tak aktif lagi. Barulah Aditya sadar kendaraannya dibawa kabur. Di kamar kos, pemuda ini cuma menemukan tas biru berisi KTP dan kosmetik. Walau begitu, Aditya masih setia menunggu sampai Jumat siang. Sampai Jumat malam Cika tak datang juga, Aditya lapor polisi. Petugas Polsek Tamansari masih melacak Cika dan sindikatnya.(poskota)
Kiper Blunder, Guardiola Justru Memujinya
Nomor Marco Simoncelli Dipensiunkan MotoGP
Liburan Idul Adha, 71.500 Warga Penuhi Ancol
Jumat, 09 September 2016
Berduaan di Kamar Hotel dengan Kades, Istri Polisi Digerebek Suaminya
MANIS77 - Seorang Dosen yang juga istri dari anggota Polisi digrebek oleh suaminya sendiri saat sedang berduaan dengan seorang Kepala Desa (Kades) di kamar Hotel Bintang, jalan Manunggal Selatan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Sabtu (10/9/2016). Saat penggerebekan, pasangan kumpul kebo itu telanjang bulat.
Keduanya kini sudah diamankan di Polres Tuban. Selanjutnya, keduanya menjalani pemeriksaan guna proses lebih lanjut. Dosen yang diduga selingkuh dengan kades tersebut berinisial LPS (29), asal jalan Kedinding Tengah Baru 4/1A Surabaya. Sedangkan untuk pasangannya yang merupakan Kades adalah MJ (38), warga Desa Kujung, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Pengrebekan pasangan selingkuh tersebut berawal dari kecurigaan suami LPS yang juga anggota Polsek Mulyorejo, Surabaya. Polisi berpangkat Bripka ini mengetahui istrinya bersama Kades tersebut. Selanjutnya, polisi itu melapor ke Polres Tuban dan kemudian melakukan pengrebekan. "Memang benar ada penggrebekan. Informasinya penggrebekan dilakukan sekitar pukul 02.00 Wib dini hari," terang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban.
Pengrebekan itu dilakukan oleh anggota Unit 1 Sat Reskrim Polres Tuban yang langsung diikuti oleh suami dari dosen Ilmu Politik tersebut. Saat digrebek LPS dan MJ masih dalam keadaan telanjang bulat dan hanya menggunakan tutup selimut di kamar nomor 60 Hotel Bintang, Tuban. "Saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di Polres," ungkapnya.(beritajatim)
Menanti Seorang Pengganti Arsene Wenger di Arsenal
Turnamen US Open Diduga Ada Pengaturan Skor
Lubang di Depan Gedung Bapindo Jalan Sudirman
Rabu, 07 September 2016
Diberi Tumpangan Bermalam, Malah Bawa Kabur Motor Pemilik Rumah
foto ilustrasi
MANIS77 - Seorang karyawati bernama Sarifah, 25, berniat baik memberi tumpangan bermalam kepada temannya, satu pemuda bernama Toras, 22, pada Senin (5/9). Namun, pria ini malah memembawa kabur motor Sarifah saat dia sedang keluar rumah. Kontan, Sarifah melapor ke polisi. Kejadian ini di rumah Sarifah 25, karyawati yang tinggal di Kampung Cipeucang, Cileungsi, Bogor. Motor yang dicuri temannya itu Yamaha Type SE 88 (Mio M3 125) warna putih tahun 2016.
Dalam laporannya, korban mengaku, motornya telah dicuri Toras 22, warga Kampung Pengasinan, Bekasi. Menurut Kapolsek Cileungsi, AKP Bramastyo Priaji, modus pelaku yang sudah mengenal dengan korban ini, dengan berpura-pura menginap di rumah korban. Pada saat korban tidak ada di rumah karena sedang keluar, pelaku menggasak motor yang terparkir. Polisi yang usai melakukan BAP atas korban dan keterangan saksi, lalu mencari keberadaan pelaku.
Berdasarkan hasil cek pos momor HP, pelaku diketahui berada didaerah Kembang Kuning Kecamatan Klapanunggal, Bogor. “Saat anggota mengejar kesana, pelaku ternyata tidak ditemukan. Kemudian berdasarkan cekpos berikutnya, keberadaan pelaku diketahui mengarah ke Cileungsi. Anggota melakukan pengejaran,” ujarnya. Saat di simpang Rawa Hingkik tepatnya di Jalan Raya Narogong, korban melihat motornya melintas.
Anggota berbalik arah dan melakukan pengejaran dengan memepet pelaku. “Tepat di depan bengkel, pelaku akhirnya diringkus,” papar Bramastyo. Kapolsek Cileungsi, AKP Bramastyo Priaji mengatakan, pelaku ditangkap anggota pada Selasa (6/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Selain motor curian dan pelaku, petugas juga menyita HP pelaku. “Pelaku kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek,”tandas AKP Bramastyo. mantan Kasat Lantas Polres Bogor ini.
Penangkapan pelaku yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Cileungsi, AKP Hemry Ferian bersama Panit Reskrim, Ipda Tri Lesmana dan empat anggota Reskrim ini, sempat terjadi kejar-kejaran. “Pelaku diburu atas laporan korban yang mengaku motornya hilang di rumahnya di Kampung/Desa Gandoang Kecamatan Cileungsi Bogor. Kami kembangkan laporan korban hingga akhirnya pelaku kami tangkap di jalan,”kata AKP Bramastyo Rabu (7/9) pagi.(poskota)
Tinggalkan Madrid, Seperti Meninggalkan Surga
Gagal di Rio, Ahsan/Hendra Akhirnya Harus Berpisah
Rekam e-KTP di Tangerang Lembur Hingga Tengah Malam
MANIS77 - Seorang karyawati bernama Sarifah, 25, berniat baik memberi tumpangan bermalam kepada temannya, satu pemuda bernama Toras, 22, pada Senin (5/9). Namun, pria ini malah memembawa kabur motor Sarifah saat dia sedang keluar rumah. Kontan, Sarifah melapor ke polisi. Kejadian ini di rumah Sarifah 25, karyawati yang tinggal di Kampung Cipeucang, Cileungsi, Bogor. Motor yang dicuri temannya itu Yamaha Type SE 88 (Mio M3 125) warna putih tahun 2016.
Dalam laporannya, korban mengaku, motornya telah dicuri Toras 22, warga Kampung Pengasinan, Bekasi. Menurut Kapolsek Cileungsi, AKP Bramastyo Priaji, modus pelaku yang sudah mengenal dengan korban ini, dengan berpura-pura menginap di rumah korban. Pada saat korban tidak ada di rumah karena sedang keluar, pelaku menggasak motor yang terparkir. Polisi yang usai melakukan BAP atas korban dan keterangan saksi, lalu mencari keberadaan pelaku.
Berdasarkan hasil cek pos momor HP, pelaku diketahui berada didaerah Kembang Kuning Kecamatan Klapanunggal, Bogor. “Saat anggota mengejar kesana, pelaku ternyata tidak ditemukan. Kemudian berdasarkan cekpos berikutnya, keberadaan pelaku diketahui mengarah ke Cileungsi. Anggota melakukan pengejaran,” ujarnya. Saat di simpang Rawa Hingkik tepatnya di Jalan Raya Narogong, korban melihat motornya melintas.
Anggota berbalik arah dan melakukan pengejaran dengan memepet pelaku. “Tepat di depan bengkel, pelaku akhirnya diringkus,” papar Bramastyo. Kapolsek Cileungsi, AKP Bramastyo Priaji mengatakan, pelaku ditangkap anggota pada Selasa (6/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Selain motor curian dan pelaku, petugas juga menyita HP pelaku. “Pelaku kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek,”tandas AKP Bramastyo. mantan Kasat Lantas Polres Bogor ini.
Penangkapan pelaku yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Cileungsi, AKP Hemry Ferian bersama Panit Reskrim, Ipda Tri Lesmana dan empat anggota Reskrim ini, sempat terjadi kejar-kejaran. “Pelaku diburu atas laporan korban yang mengaku motornya hilang di rumahnya di Kampung/Desa Gandoang Kecamatan Cileungsi Bogor. Kami kembangkan laporan korban hingga akhirnya pelaku kami tangkap di jalan,”kata AKP Bramastyo Rabu (7/9) pagi.(poskota)
Tinggalkan Madrid, Seperti Meninggalkan Surga
Gagal di Rio, Ahsan/Hendra Akhirnya Harus Berpisah
Rekam e-KTP di Tangerang Lembur Hingga Tengah Malam
Selasa, 06 September 2016
Bocah 11 Tahun Jadi Korban Kekerasan Majikannya
foto ilustrasi
MANIS77 - Kasus kekerasan terhadap anak kembali terungkap di Ibu Kota. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun menjadi korban penganiayaan sang majikan yang tinggal di Jalan Lontar Taman RT 3 RW 5 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Gadis kecil berinisial ACW itu dibotaki oleh majikannya. Dia juga dipukuli dengan selang hingga memar.
Dia dipukul lantaran dituduh mengambil uang di kamar majikannya. Kapolsek Koja Kompol Supriyanto mengungkap korban dipekerjakan menjadi pembantu rumah tangga sejak tiga tahun lalu atau saat ACW berusia 8 tahun. "Dituduh ambil uang majikannya yang sekarang sudah kita jadikan tersangka, yaitu inisial SGN.
Korban dituduh sama pelaku mengambil uang, padahal korban tidak mengambilnya. Pelaku marah dan memukul punggung korban menggunakan selang air, memukul muka korban sampai memar,"tambahnya kepada Supriyanto. Pemukulan ACW terungkap pada Minggu, 4 September 2016, sekitar pukul 22.00 WIB.
Setengah jam usai dianiaya, korban memberanikan diri kabur melalui tangga belakang rumah tersebut. Korban pun berlari menuju Pasar Lontar. Saat itu, korban langsung dihampiri petugas keamanan lantaran terus menangis dan memegang pundak. "Dibawa satpam kemari langsung anggota saya menuju TKP terus mengambil visum korban di RS Pelabuhan. Langsung kita amankan pelaku dan kini sudah ditahan," ujar Supriyanto.(realita)
Bilic : Payet Kunci Kesuksesan West Ham
Yi Juanlian, Pemain Anyar Lakers Asal China
Polisi Bongkar Penjualan Obat Kedaluwarsa
MANIS77 - Kasus kekerasan terhadap anak kembali terungkap di Ibu Kota. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun menjadi korban penganiayaan sang majikan yang tinggal di Jalan Lontar Taman RT 3 RW 5 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara. Gadis kecil berinisial ACW itu dibotaki oleh majikannya. Dia juga dipukuli dengan selang hingga memar.
Dia dipukul lantaran dituduh mengambil uang di kamar majikannya. Kapolsek Koja Kompol Supriyanto mengungkap korban dipekerjakan menjadi pembantu rumah tangga sejak tiga tahun lalu atau saat ACW berusia 8 tahun. "Dituduh ambil uang majikannya yang sekarang sudah kita jadikan tersangka, yaitu inisial SGN.
Korban dituduh sama pelaku mengambil uang, padahal korban tidak mengambilnya. Pelaku marah dan memukul punggung korban menggunakan selang air, memukul muka korban sampai memar,"tambahnya kepada Supriyanto. Pemukulan ACW terungkap pada Minggu, 4 September 2016, sekitar pukul 22.00 WIB.
Setengah jam usai dianiaya, korban memberanikan diri kabur melalui tangga belakang rumah tersebut. Korban pun berlari menuju Pasar Lontar. Saat itu, korban langsung dihampiri petugas keamanan lantaran terus menangis dan memegang pundak. "Dibawa satpam kemari langsung anggota saya menuju TKP terus mengambil visum korban di RS Pelabuhan. Langsung kita amankan pelaku dan kini sudah ditahan," ujar Supriyanto.(realita)
Bilic : Payet Kunci Kesuksesan West Ham
Yi Juanlian, Pemain Anyar Lakers Asal China
Polisi Bongkar Penjualan Obat Kedaluwarsa
Minggu, 04 September 2016
Pemuda Keluarin Burung, Diserahkan ke Polisi
MANIS77 - Pemuda pengendara motor ini harus berurusan dengan polisi atas ulahnya, menunjukkan kemaluannya di depan seorang wanita pejalan kaki. Korban yang kaget langsung berteriak, pria cabul itu pun langsung ditangkap warga dan diserahkan ke kantor polisi. Peristiwa itu sendiri terjadi di Jalan Bellyra IV, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (4/9/2016).
Kasubag Humas Polres Jakarta Utara Kompol Sungkono kepada wartawan mengatakan saat ini tersangka Suparji, masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kelapa Gading. Dijelaskan Sungkono, kejadian berawal saat korban, D, sedang berjalan kaki sendirian di sekitar lokasi kejadian. Tak berselang lama datang pelaku dengan sepeda motornya.
Melihat ada wanita berjalan kaki, mendadak korban menghentikan kendaraannya. “Selanjutnya pelaku turun dan mendekati korban,” kata Sungkono, Minggu (5/9/2016). Selanjutnya, pelaku langsung membuka resleting celana dan mengeluarkan alat kelaminnya untuk ditunjukkan kepada korban.
“Tak hanya itu, pelaku juga melakukan hal yang tak pantas dengan alat kelaminnya di depan korban.” Perilaku menyimpang Suparji sontak membuat korban kaget dan berteriak. Warga yang mendengar teriakan korban langsung mengamankan pelaku. “Pelaku sempat dibawa ke Pospol Gading Mas sebelum diserahkan ke Polsek Kelapa Gading,” ujar Sungkono.(poskota)
Kamis, 01 September 2016
Setelah Mandi Kembang, Wanita Ini Dicabuli Dukun Palsu
MANIS77 - Tersangka Hid, 45, warga Pulo Panjang, Serang diringkus petugas Subdit 4 Direskrimum Polda Banten. Pedagang ikan yang juga mengaku dukun ini ditangkap karena dilaporkan karena dituduh telah menodai D, wanita asal Kota Cilegon. Korban disetubuhi saat menjalani pengobatan ala ghaib di gubuk di pinggir pantai.
“Dari pengakuan tersangka, tidak hanya D yang menjadi korban, melainkan ada lima wanita lainnya yang diperlakukan sama,” ungkap Kasubdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Banten AKBP Andik Puji Santoso kepada wartawan, Rabu (31/8). Diperoleh keterangan, aksi dukun cabul ini bermula saat D, mendatangi kediaman pelaku beberapa waktu lalu.
Saat itu, korban meminta diobati karena mengalami sakit di bagian dada. Tersangka kemudian meminta kepada korban melakukan ritual pengobatan di pinggir pantai. i gubuk yang telah didesain sedemikian rupa berikut keris, bunga, dupa dan peralatan dukun lainnya. Korban lalu diminta mandi kembang tanpa busana.
Pelaku menyatakan jika penyakit pelaku hanya bisa disembuhkan melalui vagina. Tanpa sadar dan inginkan penyakitnya hilang, korban akhirnya membiarkan tubuhnya dinikmati si dukun cabul. Masih belum puas, keesokan harinya saat korban akan pulang. Pelaku memberitahukan kepada korban jika korban harus berpamitan terlebih dahulu di gubuk tempat bersemedi. Sekali lagi, korban disetubuhi sebelum pulang ke Cilegon.
Pelaku juga sempat mengancam agar korban tidak melaporkan hal ini kepada siapapun, jika tidak maka keluarga korban akan mati. Setelah melayani yang kedua, korban akhirnya pulang. Hanya saja, setelah beberapa hari di rumah penyakitnya tidak kunjung sembuh. Korban curiga dan akhirnya melaporkan kepada suaminya. Tidak terima istrinya dijadikan pemuas nafsu, suami korban lantas melaporkanya ke pihak kepolisian.
Andik Puji Santoso mengatakan, setelah pelaporan korban D, terdapat lima korban lain yang mengaku sudah dicabuli dan diperkosa tersangka. Modusnya selain, mengobati korban juga belajar beladiri dan minta kecantikan. “Selain dikenal sebagai dukun, tersangka juga sebagai pawang ular. Sejauh ini sudah ada enam korban, tapi tidak menutup kemungkinan korban bertambah karena proses penyidikan sedang berlangsung,” ujar Andik.(poskota)
Joe Hart kiper Inggris Pertama di Liga Italia
Kevin Durant, Menjadi Pemain Favorit di NBA
Warga Rawajati Bangun Tenda di Pinggir Jalan
Langganan:
Postingan (Atom)





